Image Slider

Fatayat NU Sumenep Resmikan Malate Center untuk Layani Pengaduan Kekerasan

Kota, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep meresmikan Malate Center, sebuah hotline terpadu yang menjadi pusat pelayanan dan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Peresmian tersebut dirangkai dengan kegiatan Sosialisasi Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang digelar di lantai II Gedung PCNU Sumenep sejak pagi hingga siang hari.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu H. Kamarullah, SH., MH. dari LBH Madani Putra Sumenep serta Ibu Nurul Sugiati, M.Pd. dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumenep.

Para peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya PKK Kabupaten Sumenep, Aisyiyah, Muslimat NU, IPPNU, Kohati, Kopri, RRI, serta perwakilan LKP3A PAC se-Kabupaten Sumenep.

Dalam paparannya, Ibu Nurul Sugiati menyampaikan berbagai contoh kasus yang pernah ditangani, termasuk alur pelaporan, proses pendampingan, serta metode penanganan yang tepat terhadap korban.

Sementara itu, H. Kamarullah menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi korban, termasuk mekanisme penyelamatan dan upaya pemenuhan keadilan bagi korban maupun pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan.

Pada penghujung acara, dilakukan prosesi Launching Malate Center yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara PC Fatayat NU Sumenep dengan LBH Madani Putra dan LPA Sumenep.

Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan perlindungan hukum dan pendampingan kasus kekerasan secara profesional dan berkelanjutan.

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Hj. Dina Kamilia, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar Malate Center menjadi instrumen yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam upaya menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi perempuan dan anak.

“Keberadaan Malate Center harus mampu menjadi ruang baru yang memberi kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Kami berharap layanan ini dapat dimaksimalkan untuk membantu para korban mendapatkan perlindungan yang layak,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Malate Center, Juwairiyah, menegaskan pentingnya sosialisasi lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, banyak masyarakat yang masih bingung ke mana harus mengadu ketika menemukan atau mengalami kasus kekerasan.

“Kami ingin Malate Center dikenal bukan hanya di lingkungan Fatayat, tetapi juga oleh masyarakat umum, terutama perempuan. Semoga keberadaan layanan ini benar-benar bisa menjawab kebingungan masyarakat terkait pengaduan dan pendampingan kasus kekerasan yang semakin marak terjadi,” jelasnya.

Dengan hadirnya Malate Center, PC Fatayat NU Sumenep berharap dapat menjadi garda terdepan dalam mendorong penanganan kasus kekerasan secara cepat, tepat, dan manusiawi, serta memperkuat jaringan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Sumenep.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga