Image Slider

Gandeng Tiga Puluh Komunitas, Gusdurian Sumenep Gelar Haul Gusdur

Ganding, NU Online Sumenep

Komunitas Gusdurian Sumenep menggelar Haul Gusdur ke – 11 bersama tiga puluh komunitas kepemudaan yang tersebar di seluruh daerah di Kabupaten Sumenep, pada Senin 4 Januari 2020, bertempat di Lembaga Pendidikan Islam Nurud Dhalam Kecamatan Ganding.

Tiga puluh komunitas yang digandeng oleh Gusdurian Sumenep di antaranya adalah: Gusdurian Peduli, Lakpesdam NU Sumenep, MWCNU Ganding, NU Online Sumenep, GP Ansor, PMII, GMNI, IPNU-IPPNU, Syauqul Muhibbin, Tabularasa, Slankers Sumenep, Karang Taruna, Gapbra, Yayasan Nurud Dhalam, STAI Nurud Dhalam, BEM STAI Nurud Dhalam, NU Back Packer, King, Jatean, Kalenteng, Komunitas Toremaos, Ampel Indonesia, IKA-PMII, Saudara, NGR Communnity, Komunitas Vixion Sumenep, HMD, Pemuda OPHER dan Potona Oreng Banangger.

Tema yang diangkat dalam acara tersebut adalah Refleksi: Membaca Gusdur dan Madura. Menghadirkan KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits dan K. Muhammad Affan, tokoh pemuda Sumenep sebagai pemateri, yang juga memiliki sanad keilmuan dengan Gusdur. Selain itu keduanya juga merupakan keluarga besar Masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep.

Zaynollah, Koordinator Gusdurian Sumenep menyampaikan bahwa ia merasa sangat bersyukur, karena banyak pihak yang antusias ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Ini sungguh di luar dugaan, perkiraan kami hanya kisaran lima puluh orang yang hadir. Akan tetapi, justru ada banyak pihak yang antusias untuk ikut serta. Tentu ini karena barakahnya Gusdur. Sebab, kita semua pecinta Gusdur,” tegasnya dalam sambutan.

Pihaknya mengaku bahwa dengan banyaknya komunitas yang antusias terlibat, hal itu menjadi pertanda bahwa Gusdur merupakan seorang kekasih Allah yang sepanjang masa selalu menuai manfaat untuk semua kalangan.

“Buktinya malam ini, Gusdur yang sudah wafat sebelas tahun silam, sampai saat ini masih mewadahi kita untuk terus bersilaturrahmi. Sehingga dari itu kemudian lahirlah gagasan-gagasan inspiratif dan kreatif dari berbagai kalangan untuk membangun negeri ini,” imbuhnya.

Sebagai pengantar, panitia memberikan kesempatan kepada Aufal Marom, Santri PP Annuqayah Daerah Lubangsa Selatan, untuk membacakan karya puisinya tentang Gusdur yang meraih Juara 1 pada peringatan Haul Gusdur di PP Annuqayah Daerah Lubangsa Selatan. Juga perwakilan dari Kalenteng membacakan puisi karya K. Zammil Muttaqien, salah seorang Penyair di Bengkel Puisi Annuqayah.

Di kesempatan itu, K. Muhammad Affan, selaku Pembina Gusdurian Sumenep, memberikan pengantar dan latar belakang seputar tema yang dibahas oleh pemateri.

“Tema yang di angkat tentu tidak asal-asalan. Gusdur dan Madura memiliki hubungan yang sudah terjalin sejak lama. Untuk itu sangat penting bagi kita dibahas dan dikaji tepat di momentum haul beliau,” ujarnya.

Ia menyebutkan salah satu kaitan erat Gusdur dengan Madura. Salah satunya ialah Gusdur adalah keturunan Hadiwijaya, atau yang dikenal dengan Jaka Tingkir. Sedangkan Jaka Tingkir sendiri merupakan anak dari Kanjeng Ratu Putri yang makanya ada di Asta Tinggi Sumenep.

Lebih jauh, KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits, atau yang lebih akrab dikenal dengan Ra Mamak, memulai perbincangan dengan menyebutkan unsur lain kaitannya Gusdur dengan Madura.

“Orang Madura ini identik dengan sesuatu yang eksentrik. Sedangkan Gusdur, sebagaimana yang kita tahu, beliau merupakan tokoh yang selalu nyentrik. Makanya karakter beliau yang selalu tampil eksentrik ini, membuat beliau mudah dikenal oleh orang Madura,” ungkapnya yang sontak disambut gelak senyum hadirin.

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh Zaynollah kepada Ra Mamak dan oleh Ulfatun Hasanah kepada K. Muhammad Affan. Dilanjutkan dengan foto bersama dengan penggerak Gusdurian Sumenep.

Pewarta : Nida Emilia Dusturia
Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga