Bluto, NU Online Sumenep
Eksistensi sebuah organisasi ditentukan bagaimana gerakan yang dibangun dalam organisasi tersebut. Untuk menjaga hal itu, diperlukan adanya perkumpulan yang dapat dijadikan media silaturahim antar pengurus, serta untuk menjaga ikatan emosional dan soliditas yang telah terjalin.
Menyikapi hal tersebut, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Lobuk, Kecamatan Bluto aktif melakukan rutinan lailatul ijtima’ setiap pekan. Kali ini, Selasa (10/11/2020) acara dilaksanakan di kediaman Ustadz Zainal, Lobuk, Bluto, Sumenep.
Ustad Zainal menyebutkan, bahwa rutinan lailatul ijtima’ tersebut merupakan kultur warisan dari pengurus sebelumnya yang harus dijaga, supaya NU tetap survive di mata masyarakat pesisir ini.
“Kami akan menjaga rutinan ini supaya tetap aktif dan kompak. Paling tidak semangat untuk saling bahu membahu antar anggota itu ada,” ujarnya bersemangat.
Ketua PRNU Lobuk ini pun menyadari, bahwa intensitas gerakan-gerakan yang dibangun oleh NU Lobuk mengalami penurunan dibandingkan kepengurusan sebelumnya. Tapi dengan tetap menggalakkan rutinan ini, akan menjadi modal kultur yang baik untuk tetap memberikan yang terbaik untuk masyarakat NU di desa setempat.
“Saya kira ada dua hal mengapa rutinan ini menjadi modal kultur kami. Pertama, karena di dalamnya terdapat penyampaian atau kajian keilmuan dan kedua karena juga ada layanan simpan pinjam,” imbuhnya.
Ia pun berkomitmen, dua hal baik tersebut akan tetap dijaga, agar keberlangsungan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh NU Lobuk dalam berkhidmat untuk masyarakat dapat terus terlaksana. “Semoga kami bersama pengurus yang lain mampu mengemban amanah ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, rutinan lailatul ijtima’ ini dilaksanakan setiap pekan, yakni setiap malam Rabu atau Selasa malam. Selain pembacaan tahlil dan doa bersama, dalam rutinan ini banyak dilakukan kajian tentang hal-hal yang urgen yang terjadi di masyarakat.
Kontributor: Mufiqur Rahman
Editor: A. Habiburrahman

