Image Slider

BMT NU Cabang Pragaan Kuatkan Program LAZISWA dan LASISMA

Pragaan, NU Online Sumenep

Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan (KSPP) Syariah Baitul Maal wa Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Jawa Timur lahir dari tangan dingin KH Masyudi Kanzilah yang sudah membuka 68 kantor Cabang yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.

Di acara Hari Jadi KSPP Syariah BMT NU Cabang Pragaan ke IX yang digelar di auditorium Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Direktur Utama BMT NU Jawa Timur tersebut mengutarakan bahwa baru kali ini dirinya menghadiri dies mauldiyah BMT NU Cabang Pragaan, Sabtu malam (6/2/2021).

“Kami memang sering hadir berkali-kali ke Pragaan, tapi baru kali ini saya hadir ke Hari Jadinya ke 9. Angka sembilan lah yang membuat keramat pada malam hari ini,” katanya.

Dirinya menceritakan bahwa sudah tiga kali kepemimpinan Cabang Pragaan berganti, mulai dari bapak Syaiful, Ainul Yaqin, dan Moh Afif.

“Semakin tua usianya, maka semakin berat tantangan dan hambatannya. Jika dulu Pragaan menjadi bintang kelas dari 10 Cabang. Sekarang sudah tidak lagi, karena ada 68 kantor Cabang yang menjadi pesaing berat,” ungkapnya.

Walaupun Cabang Pragaan tidak menjadi unggulan, namun Pragaan dikenal BMT NU yang unggul di bidang Layanan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakafnya (LAZISWA), serta Layanan Berbasis Jamaah (LASISMA).

“Saya katakan pada teman-teman bahwa program Lasisma banyak manfaatnya. Selain itu, ketelatenan teman-teman mengurusi ibu-ibu dan bapak-bapak dengan pinjaman 5 juta, bisa mendatangkan berkah. Semakin lelah, maka semakin berkah,” sergahnya.

Secara kasat mata, program ini memang melelahkan, tapi rasa lelah tersebut akan tidak terasa, karena para kiai di MWCNU selalu mensupport, membimbing, dan mendoakannya.

Alumni Pondok Pesantren Syafi’iyah Salafiyah Sukerejo Situbondo tersebut meminta untuk mempertahankan program ini. Juga meminta menjaga keikhlasan para pengelola.

“Pelihara dan tingkatkanlah keikhlasan ini agar kalian dikatakan dewasa. Memgapa saya katakan demikian? Karena Cabang pertama kali di Jawa Timur adalah Pragaan. Kalian adalah kakak tertua yang saat ini sudah mempunyai adik sebanyak 67. Berikan contoh dan sekali-kali mengalah,” tuturnya sambil melontarkan gelak tawa.

Menurutnya, semakin besar fasilitas yang dimiliki, maka tidak mengurangi loyalitas dan militansinya, baik pada NU dan BMT.

“Ujiannya adalah loyalitas dan militansi. Mudah-mudahan, semakin bertambahnya fasilitas, kalian tetap istiqamah dan mengabdi pada NU dan BMT,” harapnya.

Di akhir sambutannya, kiai kelahiran Gapura ini menjelaskan bahwa modal awal BMT NU Jawa Timur pada tahun 2004 Rp 400.000,-. Bayangkan di usia ke 17 tahun atau pada tahun 2020 asetnya mencapai 444 miliyar.

“Aneh kiai, semuanya serba empat. Mudah-mudahan ini pertanda baik dan diberkahi oleh Allah SWT menuju tahun 2026. BMT NU Jawa Timur yakin menyumbangkan 100 kantor Cabang di usia NU ke 100 tahun,” tegasnya gemuruh tepuk tangan hangatkan suasana.

Di kesempatan yang sama, KH Zarkasyi Abdurrahim mendoakan BMT NU mulia di sisi Allah SWT dan warga. Rais MWCNU Pragaan tersebut berharap menjaga militansi seiring dengan karamah dan kemuliaan angka 9.

“Kita doakan BMT NU bisa meraih cita-citanya sehingga kiprahnya semakin konkrit atau nyata kepada warga. Selamat Hari Jadi ke 9, mudah-mudahan bisa menjadi perekonomian yang betul-betul mensejahterakan warga,” pungkasnya.

Di akhir acara, Kepala BMT NU Cabang Pragaan, Moh Afif memotong tumpeng dan kue tar sebagai wujud syukur. Potongan tumpeng diberikan secara simbolis kepada Rais MWCNU, sedangkan potongan kue tar diberikan kepada Ketua MWCNU Pragaan.

Pewarta: Firdausi
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga