Bluto, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sumenep tampil sebagai pengisi tunggal pra acara Resepsi Hari Lahir (Harlah) NU Ke-98 dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, masa khidmat 2020-2021 pada hari Senin (01/03/2021) di Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto.
Penampilan itu diawali dengan pengenalan logo Pagar Nusa melalui gerakan-gerakan silat yang ditampilkan oleh salah seorang anggota, diiringi musik tradisional, dan dilengkapi penjelasan oleh narator di balik layar.
Secara rinci narator menjelaskan dengan nada suara yang agak magis bahwa tujuh gerakan yang melambangkan logo Pagar Nusa itu antara lain, Pertama, bola dunia atau alam semesta yang bermakna kehidupan duniawi dan ukhrawi, material dan spiritual, lahir dan batin secara utuh.
Kedua Trisula, bermakna tiga orientasi organisasi, yaitu: keolahragaan, ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an. Ketiga Bintang sudut lima sebanyak sembilan buah bermakna pola kepemimpinan wali songo, sekaligus idealisme organisasi yang memuat sembilan nilai yaitu: kemerdekaan, keadilan, kebenaran, kejujuran, kerakyatan, persaudaraan, persamaan, kesederhanaan dan keseimbangan.
Sedangkan yang keempat, yakni tulisan “Pencak Silat Pagar Nusa” bermakna identitas diri organisasi. Kelima Tulisan huruf Arab yang terbaca “Laa Ghaaliba Illaa Billah” bermakna “tidak ada yang menang kecuali dengan pertolongan Allah“ sebagai motto Pagar Nusa. Keenam Garis kurva segi lima bermakna rukun Islam dan pancasila. Ketujuh Garis tepi sebanyak tiga buah yang sejajar dengan garis kurva, bermakna tiga pola utama cara hidup warga NU yaitu, iman, Islam, dan ihsan.
Saat ditemui di sela-sela acara tersebut, KH Muiz Ali Wafa, selaku Ketua PC PSNU Pagar Nusa Sumenep menjelaskan, sebagai salah satu Badan Otonom (Banom) NU, Pagar Nusa mewadahi seni bela diri khususnya pencak silat di kalangan nahdliyyin dan masyarakat luas secara umum. Tujuan utama Pagar Nusa adalah mengembangkan Islam ahlussunnah wal jama’ah melalui pencak silat.
“Jadi tujuan utama Pagar Nusa itu adalah mengembangkan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah melalui pencak silat,” tuturnya.
Ia menambahkan, ketika bicara mengembangkan ahlussunah wal jamaah, hal utama yang harus dilakukan adalah pemperbanyak santri binaan Pagar Nusa. Upaya tersebut juga harus diimbangi dengan ketersediaan pelatih yang mumpuni. Untuk itulah dirinya di Pagar Nusa Sumenep beberapa waktu lalu mengadakan pelatihan asisten pelatih.
Mantan Wakil Bupati Sumenep ini juga menjelaskan bahwa pengkaderan Pagar Nusa saat ini juga sudah meluas hingga ke kepualauan.
“Bahkan di Gili Genting dan di Gili Raja itu, PAC Pagar Nusa juga sudah terbentuk,” pungkasnya dengan nada yang optimis.
Editor: Ibnu Abbas

