Gapura, NU Online Sumenep
Komunitas Rombongan Nahdliyyin (Korona) Pengurus Ranting (NU) Desa Gapura Barat menggelar kegiatan rutinan di Masjid Al-Anwar Madrasah Mambaul Ulum Gapura Barat pada Rabu (07/03/2021) malam.
Kegiatan rutinan bagi masyarakat Nahdiyyin di Gapura ini dilaksanakan setiap malam Kamis terakhir dalam perhitungan bulan Hijriah.
Beberapa orang penggerak dan koordinator acara ini diantaranya Kiai Hasan, Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura dan K. Ismail A’wan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Gapura Barat.
Tidak hanya itu, beberapa badan otonom (Banom) NU juga terlibat, diantaranya K. As’adil Anam, Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gapura Barat, Ustadz Ainul Yakin, Wakil Ketua dan sejumlah pihak lainnya.
Kiai Hasan, Ketua LTM NU MWCNU Gapura menuturkan bahwa sebelumnya komunitas atau Kompolan ini berada di lima titik di Desa Gapura Barat, tepatnya di sejumlah dusun. Namun atas inisatif dirinya untuk membumikan dakwah Ahlussunnah Wal Jama’ah an-Nahdliyah, kemudian disatukan dalam satu desa dengan estimasi waktu pertemuan tiap bulan.
“Awalnya saya mengusulkan untuk menyatukan Kompolan tersebut dengan bingkai Lailatul Ijtima’ PRNU Gapura Barat, kemudian disepakati, karena melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang tadi memenuhi masjid dan halaman,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep.
Menurut penuturan Ustad Moh. Anis Haddad kegiatan Lailatul Ijtima’ NU Gapura Barat ini digelar dalam bingkai Komunitas Rombongan Nahdliyin (Korona) untuk memperkuat soliditas di tubuh Kompolan tersebut.
Diikuti oleh ratusan Nahdiyin, kegiatan ini diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah bersama kemudian dilanjutkan dengan Shalawat Julus, Pembacaan Shalawat Nariah sebanyak 4444 kali, Shalawat Qiyam dan Mauidzah Hasanah yang disampaikan oleh KH. Roji Fawaid Baidlawi.
Pengasuh Pondok Pesantren Anwarul Abrar Jadung Dungkek tersebut menerangkan tujuan dilaksanakannya gerakan pembacaan sholawat Nariyah di kalangan warga nadhliyyin di antaranya agar masyarakat gampang menerima nasihat nasihat Allah, Rasulullah dan para ulama, Khusnul khatimah dalam segala urusan, dan dijauhkan dari musibah dzahir dan batin.
“Termasuk Khusnul khatimah dalam pertanian,” ungkap kiai yang juga A’wan di PCNU Sumenep tersebut.
Kiai Alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo menegaskan bahwa yang paling sulit diantisipasi adalah musibah batin atau musibah agama, termasuk mengentengkan sholat dan lainnya.
“Saya seringkali mendengar doa wala taj’al musibatana fi dinina ini dari masyaikh PP. Annuqayah bahkan sampai ke guru langghar (mushalla) saya, dan ini masih dipraktikkan oleh anak cucunya hingga kini,” terangnya.
Dirinya berharap kepada seluruh warga Nahdiyin agar memperluas jaringan pertemanan karena menurut Hasan Al Basri bahwa setiap orang mukmin akan memberikan pertolongan.
Editor: Ibnu Abbas

