Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Sebagai perguruan tinggi yang berada di lingkungan pesantren, karakter kesantrian di era tekhnologi informasi hari ini harus tetap mengakar kuat. Usaha ini terus dilaksanakan demi berlangsungnya tujuan awal yakni integrasi antara kedalaman keilmuan dengan norma-norma kepesantrenan.
Maka dari itu, Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk Sumenep menyelenggarakan Seminar Kemahasiswaan dengan tema “Perguruan Tinggi Pesantren; Mewujudkan Mahasiswa Kompetitif dan Inovatif” sekaligus Pelantikan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pada Rabu, (7/4/2021).
Acara yang digelar di Auditorium Asy-Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah ini dihadiri oleh Civitas Akademika Instika, Dekan Fakultas, Ketua Prodi dan Calon Pengurus DEMA-I, DEMA-F, dan HMPS yang akan dilantik. Tidak hanya itu, Kiai Ahmad Majdi Tsabit,Dr. H Daman Huri juga hadir sebagai pemateri.
Dalam pembahasannya, salah satu Kiai Muda Annuqayah, Ra Majdi, sapaan akrab beliau mengharapkan, agar maraknya informasi dan berkembangnya keilmuan di era sekarang tidak menjadikan karakter kesantrian mahasiswa-santri Annuqayah surut dan bahkan ikut arus.
“Jadilah mahasiswa yang inovatif dan kompetitif, kalian kaum sarungan tidak boleh minder,” ungkap Kiai yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Instika Guluk-Guluk Sumenep ini.
Senada dengan ungkapan itu, Dr. H Daman Huri menyampaikan pentingnya mahasiswa-santri untuk terus melakukan proses upgrade terkait kedalaman wawasan keilmuan dan pengetahuan. Dirinya bertekad, bahwa kaum sarungan ini akan mampu menghadapi sekian banyak tantangan kehidupan yang begitu besar.
“Persoalan intelektual dan keilmuan, Mahasiswa santri harus terus tetap upgrade,” ungkap pria yang juga Wakil Rektor I Instika Guluk-Guluk Sumenep.
Editor: Abdul Warits

