Batuan, NU Online Sumenep
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep melaksanakan Webinar Parenting Kedua pada hari sabtu (17/4/2021). Menghadirkan Neng Alissa Wahid, Sekretaris LKKNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan mengusung tema “Pengasuhan Bersama, Konsep dan Praktiknya”.
Kegiatan yang digelar melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh 57 peserta dari sejumlah daerah, komonitas, lembaga dan 6 peserta lainnya yang melaksanakan nobar di beberapa kecamatan.
Zainul Hasan, Sekretaris PCNU Sumenep yang hadir membuka acara tersebut menuturkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebuy karena dapat memberi manfaat bagi kalangan keluarga Nahdliyin. Bahkan dirinya juga menyebutkan bahwa baru kali ini LKKNU bisa aktif dan produktif di Sumenep.
“Saya sangat bangga kepada LKKNU PCNU Sumenep. Karena sejauh ini sudah aktif melalui berbagai kegiatan yang gelar. Utamanya kegiatan ini yang tentu sangat memberikan manfaat bagi keluarga Nahdliyin. Semoga kedepannya terus bisa mengadakan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat,” ujarnya.
Peran keluarga dalam pengasuhan anak perlu dilakukan secara bersama-sama oleh suami dan istri. Hal ini dengan tegas disampaikan Ny. Raudlatun, Ketua LKKNU PCNU Sumenep saat memberikan sambutan.
“Tema Webinar Parenting series dua ini adalah pengasuhan bersama, tujuannya adalah agar suami istri dalam mengasuhan anak dilalukan secara bersama-sama. Karena memang membuatnya dilakukan bersama-sama,” ujar Ny. Odak, sapaan akrab beliau.
Sementara itu, saat memberikan materi, Neng Alissa Wahid menuturkan bahwa pengasuhan bersama sebagaimana yang dimaksud Ketua LKKNU PCNU Sumenep itu dapat dilakukan dengan memperbaiki dulu konsep kekeluargaannya melalui bangunan keluarga maslahah an-Nahdliyah. Meliputi fondasi, pilar, suasana jiwa dan atap.
“Ketika Keluarganya sudah Maslahah maka mempraktikkan konsep pengasuhan bersama juga akan lebih mudah,” ujar putri KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.
Dirinya juga menyebutkan bahwa ada lima pilar pengasuhan anak ala NU, diantaranya: fithrah, rahmah, mas’aliyah, uswah dan mashlahah. Untuk menjalankan lima pilar tersebut membutuhkan waktu yang berkualitas, kata-kata penguat, pelayanan, hadiah, dan sentuhan fisik yang olehnya disebut sebagai bahan bakar cinta.
“Dalam menjalankan lima pilar itu butuh yang namanya bahan bakar, namanya bahan bakar pasti ada beberapa jenisnya yaitu waktu berkualitas, kata-kata penguat, pelayanan, hadiah, dan sentuhan fisik yang kemudian disebut bahan bakar cinta,” imbuh Neng Alissa.
Bilamana orangtua berhasil menerapkan hal tersebut, maka secara otomatis akan berdampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satunya akan meningkatkan percaya diri, mampu mengelola dirinya, bisa menikmati hari-harinya, mampu bekerjasama serta kehangatan keluarga dapat terjaga dengan baik.
“Bila orangtua berhasil, maka anak akan percaya diri, mampu mengelola dirinya, anak menikmati hari-harinya, mampu bekerjasama, dan kehangatan keluarga terjaga baik,” pungkasnya.
Pewarta: Helmiyatul Umam
Editor: Ibnu Abbas

