Image Slider

Turba ke Ranting, NU Giliraja Ingatkan Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat  

 Giliraja, NU Online Sumenep

Usai lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giliraja terus lakukan konsolidasi di tingkat ranting. Setelah Turba ke Ranting NU Banmaleng pada Senin (31/5/2021) kemarin, jajaran Pengurus MWCNU Giliraja kembali menghadiri Lailatul Ijtima dan Khataman Maulid Al-Diba’ei  Ranting NU Banbaru. Turba tersebut digelar di kediaman Kiai Nasir Rauf di desa setempat, Rabu malam (2/6/2021).

Hadir dalam kegiatan ini, Kiai Abd. Hafidh Yahya, Mustasyar MWCNU Giliraja, Ustadz Ach. Fauzan, Ketua MWCNU Giliraja. Beserta segenap jajaran Pengurus Ranting NU Desa Banmaleng dan masyarajkat setempat.  

Ustadz Ach Fauzan, Ketua MWCNU Giliraja berharap, agar pengurus ranting hendaknya melakukan kerja nyata dalam menghidupkan jam’iyyah. Ia meminta kepada jajaran pengurus ranting untuk aktif berbaur dengan warga dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

“Kita harus lebih dekat dan berbaur dengan warga, membantu dan memfasilitasi kebutuhan mereka, minimal memberikan solusi atau ide. Upayakan pengurus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang ada di masyarakat. Kita mengedukasi tanpa dirasa menggurui, dan saling menasihati secara santun untuk kemaslahatan bersama. Tingkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan jam’iyyah di ranting, khususnya menjelang tahun baru hijriyah,” ujar Ach Fauzan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kiai Abd. Hafidh Yahya, Mustasyar MWCNU Giliraja, beliau meminta agar bentuk kegiatan ranting diorientasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan tempat ibadah sebagai lokus aktivitas sosial keagamaan. Dari itu perlu adanya langkah konkret yang menjadikan masjid dan mushalla tidak hanya sebatas tempat peribadatan saja melainkan juga aktivitas pemberdayaan masyarakat.

“NU ini ormas keagamaan, di samping kegiatan sosial keagamaan yang bersifat seremonial, jangan lupa dengan hal yang lebih substantif, semisal mengajak masyarakat untuk aktif shalat berjamaah, atau mengajak dan membimbing masyarakat yang belum bisa shalat. Mari bersama memakmurkan tempat ibadah, khususnya masjid terdekat di lingkungan kita. Ingatlah di zaman Nabi Muhammad, masjid itu menjadi pusat kegiatan umat islam, mulai dari tempat ibadah, majelis ilmu pengetahuan, menyelesaikan persoalan umat hingga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat,” ujar Kiai Hafidh.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga