Giliraja, NU Online Sumenep
Di momentum Lailatul Ijtima dan Khataman Maulid Al-Diba’i Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Banbaru, Kiai Abd. Hafidh Yahya, Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giliraja mengajak untuk mengaktifkan masjid dan mushalla tidak hanya untuk aktivitas kegamaan saja, seperti shalat dan tadarus. Melainkan juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kiai yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Giliraja itu mengurai tentang multifungsi peran masjid di zaman Rasulullah SAW. Ia menyampaikan, bahwa masjid tidak hanya digunakan untuk shalat berjamaah saja, melainkan juga digunakan untuk mengembangkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui Baitul Maal atau koperasi keuangan, majlis ta’lim, dan lain sebagainya.
“Melalui masjid maupun mushalla, ragam kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Kemudian diketuktularkan dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Sehingga dari itu bisa tercipta tatanan kehidupan masyarakat madani,” ungkap Kiai Hafidh saat menghadiri acara Lailatul Ijtima’ dan Khataman Maulid Al-Diba’i di kediaman Kiai Nasir Rauf desa setempat, pada Rabu malam (2/6/2021).
Namun demikian, meski peran dan fungsi masjid tidak hanya untuk aktivitas peribadatan saja, tetapi dalam hal dakwah menurut Kiai Hafidh harus juga tetap diperkuat. Sebab hal tersebut merupakan tanggungjawab mendasar yang diemban oleh Ranting NU.
“Tetaplah istiqamah berdakwah, tugas kita hanya mengajak kepada masyarakat untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemaksiatan. Berhasil atau tidak kita serahkan kepada Allah SWT. Ingatlah Nabi Nuh, beliau berdakwah hampir seribu tahun, pengikutnya hanya segelintir orang, tapi Nabi Nuh termasuk Rasul Ulul Azmi,” ujar kiai Hafidh.
Dakwah menjadi sangat penting untuk terus dijaga dan bahkan ditingkatkan karena menyangkut perintah agama. Hal ini disampaikan oleh Kiai Nashir Rauf, tuan rumah yang juga menjadi Katib Syuriah PRNU Desa Banbaru. Dihadapan pengurus ranting dan anggota, dirinya meminta untuk meningkatkan kreativitas dakwah dengan mencari formulasi terbaik yang mudah diterima oleh masyarakat di berbagai kalangan.
“Kita dituntut menjadi khaira ummah, untuk mengajak masyarakat kebaikan. Salah satu bentuknya adalah mengajak keluarga atau tetangga aktif shalat berjamaah, baik di mushalla terdekat, lebih-lebih di masjid,” pungkasnya
Dengan begitu, tatanan kehidupan sosial masyarakat yang sejahtera dan berkeadaban mampu dicapai dengan menguatkan peran masjid di berbagai sektor, mulai dari pengembangan ekonomi, pendidikan, dan dakwah.
Editor: Ibnu Abbas

