Saronggi, NU Online Sumenep
Selain mengandung pesan agama, Silaturrahim juga bermanfaat untuk mengeratkan tali persaudaraan dan kekeluargaan. Maka wajar bilamana jalinan silaturrahim ini seringkali dijadikan media komunikasi dan interkasi oleh semua organisasi maupun instansi.
Tidak terkecuali bagi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Saronggi, yang menjadikan silaturrahim sebagai agenda rutin bulanan untuk meningkatkan solidaritas antar pengurus.
Pada Minggu (6/6/2021) kemarin, pertemuan rutin bulanan itu juga dikemas dengan Halal Bihalal melibatkan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Saronggi beserta lembaga dan banom di bawah naungan MWCNU setempat.
Acara yang berlangsung di Mushalla Nurul Huda Dusun Tanjung Desa Tanjung Kecamatan Saronggi ini merupakan ikhtiar menjalin silaturrahim antara pengurus NU di berbagai elemen dengan warga NU maupun masyarakat secara umum.
Kiai Rifa’ie Ramli, Ketua MWCNU Saronggi menuturkan bahwa hal tersebut menjadi sangat penting dilakukan sebagai ikhtiar untuk menangkal paham-paham lain dan merongrong Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah an-Nahdliyah di tengah-tengah masyarakat. Selain itu juga untuk menguatkan ranting-ranting NU se-Kecamatan Saronggi yang tergolong vakum.
“Mudah-mudahan dengan acara Halal Bihalal ini lebih mempererat tali silaturahim diantara warga Nahdlatul ulama hususnya yang ada di Saronggi, karena Akhir-akhir ini banyak paham lain yang ada di Saronggi yang mulai merongrong aqidah NU, juga untuk menghidupkan ranting NU yang vakum,” ungkap beliau.
Di kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Arrifa’iyah Desa Juluk, Saronggi ini mengingatkan beberapa hal yang harus dilakukan oleh Nahdliyin di Saronggi dalam menyikapi realitas dan dinamika kehidupan yang berlangsung saat ini.
Pertama, maraknya informasi yang bertebaran di media sosial, Nahdliyin diminta untuk selektif terutama terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas.
“Hal itu bisa merusak dan merongrong perjuangan NU,” ungkap Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Saronggi itu.
Kedua, mendekati pesta demokrasi di tingkat desa, yakni Pemilihan Kelala Desa (Pilkades) di Kecamatan Saronggi, hendaknya Nahdliyin menjadi pelopor dalam menciptakan situasi yang kondusif, aman dan nyaman.
“Berbeda pilihan politik sudah biasa, jangan sampai hal itu menjadi sebab perpecahan. Baiknya, mari kawal demokrasi desa dengan tetap mengedepankan Akhlaqul Karimah,” imbuhnya.
Terakhir beliau juga meminta agar senantiasa tetap patuh dengan intruksi dan anjuran pemerintah mengenai protokol kesehatan. Sebab pandemi Covid-19 belum sepenuhnya tuntas. Bahkan di sejumlah daerah terjadi peningkatan.
“Untuk itu, mari kita jaga keselamatan bersama. Agar segala aktivitas dapat segera kembali normal seperti sedia kala,” pungkasnya.
Editor: A. Habiburrahman

