Image Slider

Aktivitas Pertanian di Beberapa Titik Lumpuh Karena Banjir, Ini Pesan Ketua NU Batuan

Batuan, NU Online Sumenep

Curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini melanda beberapa kawasan di Kabupaten Sumenep. Akibatnya, banjir setinggi lutut orang dewasa terjadi di sejumlah titik. Beberapa waktu yang lalu di pusat kota Kabupaten Sumenep, juga tak luput dari banjir.

Hal yang sama juga menimpa Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, yang pada Rabu (06/01/2021) kemarin hingga kini masih terendam banjir. Lahan pertanian seluas ratusan hektar tergenang air. Sehingga padi yang ditanam tujuh hingga sepuluh hari yang lalu oleh warga kemungkinan akan membusuk, bahkan beberapa hanyut.

Debit air setinggi 50 cm atau setinggi lutut orang dewasa itu datang dari arah utara. Setidaknya terdapat 33 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Patean Selatan, RT.004/RW.002, Desa Patean yang terdampak banjir.

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak berupa Sembako. Sementara dari Dinas Sosial sedang melakukan pendataan warga terdampak untuk kepentingan yang sama, yakni penyaluran bantuan. Dinas Pertanian melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga melakukan pendataan serupa guna menyalurkan bantuan berupa bibit padi untuk ditanam kembali.

Kepala Desa Patean, Muhammad Nurullah menuturkan, bahwa bencana banjir yang menimpa warga Desa Patean tersebut memang terjadi setiap tahun. Akan tetapi, untuk tahun ini jauh lebih parah.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Patean, menyampaikan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Sumenep yang telah meringankan beban warga terdampak. Tentu saja kami juga sangat berharap kepada pihak Dinas Pertanian atau pihak terkait lainnya dapat memberikan bantuan berupa bibit kepada warga terdampak. Karena bagaimanapun, ia harus menanam padi kembali, dan itu memerlukan biaya yg tidak sedikit,” tuturnya kepada NU Online Sumenep, Kamis (07/01/2021).

Pihaknya juga berharap agar bencana tahunan tersebut tidak terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya. Sehingga warga dapat beraktivitas dengan baik tanpa terkendala oleh genangan air. Untuk itu, ia juga meminta agar pihak berwajib segera melakukan evaluasi dan antisipasi.

Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batuan, Endang Supendi, mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada menghadapi cuaca ekstrim. Apalagi di daerah-daerah yang berpotensi terjadi banjir.

Menurutnya ada dua faktor yang menyebabkan bencana banjir menimpa warga Patean dan sekitarnya. Pertama, karena tidak adanya saluran air yang langsung mengarah ke laut. Sehingga debit air yang besar tidak dapat dibuang, otomatis meluap dan menggenangi area persawahan warga. Kedua, aliran air Sungai di Desa Kebun Agung Kecamatan Batuan yang juga ikut menyumbang tingginya debit air.

“Saya kira, dua hal inilah yang membuat banyak sawah warga terendam air,” pungkasnya.

Pewarta: Ibnu Abbas
Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga