Kota, NU Online Sumenep
Program NU Sumenep Menyapa yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep berhasil melampaui target semula. Tercatat, ada 7.181 capaian manfaat diberikan dalam kegiatan yang khusus memaknai bulan Ramadhan 1443 Hijriyah ini.
Ketua Panitia NU Sumenep Menyapa, Kiai Quraisy Makki mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebutkan, bahwa hal tersebut berkat kerja sama tim yang solid dalam membangun kesadaran Taqwiyatul Jamiyah wa Tandzimul Jamaah atau menguatkan jamiyah dan menyatukan jamaah.
“Alhamdulillah, program NU Sumenep Menyapa melampaui target semula. Hal ini tentu tidak lepas dari peran serta seluruh elemen NU di Sumenep, mulai dari Pengurus Ranting NU, MWCNU, PCNU, serta lembaga dan badan otonom NU setempat,” ujarnya, Ahad (01/05/2022).
Dirinya berharap, pola atau desain yang demikian dalam koordinasi dan konsolidasi jamiyah tidak bersifat musiman. Namun demikian dapat terus berlanjut menjadi agenda yang terstruktur dan terencana dengan baik.
“Semoga gerakan-gerakan seperti ini terus dilakukan dengan kesadaran bersama, baik elemen NU Sumenep secara khusus atau pun elemen NU di tanah air secara umum,” harap pria yang juga Ketua NU Care-LAZISNU Sumenep ini.
Pihaknya menyampaikan, guna maksimalnya kegiatan serupa di kemudian hendaknya setiap elemen NU perlu mempererat dan memperkuat konsolidasi, baik dari unsur lembaga atau pun banom NU di Kabupaten Sumenep.
“Bahkan kita perlu duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk merumuskan isu-isu strategis di Sumenep,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris Panitia NU Sumenep Menyapa, Nurus Syamsi mengatakan, bahwa agenda ini fokus pada tiga kegiatan. Yakni, doa bersama 2022 anak yatim, buka puasa bersama 1000 guru ngaji, dan berbagi dengan 1000 janda dhuafa.
“Tiga kegiatan tersebut berbentuk santunan atau bagi-bagi bingkisan. Dan, alhamdulillah semuanya melampaui target,” ujarnya.
Pria yang juga Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sumenep itu merinci, bahwa anak yatim yang disantuni sebanyak 2.453 orang, guru ngaji 1.482 orang, dan janda dhuafa sebanyak 3.246 orang.
Terkait kendala, menurut Syamsi cukup beragam. Baik kendala yang bersifat internal atau pun eksternal. “Mungkin yang paling menonjol adalah sejumlah MWCNU dan Ranting NU yang kurang paham terkait konsep kegiatan, serta kurang maksimalnya kepanitiaan soal job disc,” sebutnya.
“Kami berharap kegiatan setupa akan terus diusahakan agar gerakan koordinasi dan konsolidasi ini semakin baik dalam menyambut An-Nahdlah Ats-Tsaniyah,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

