Image Slider

Berikut Rekomendasi Halaqah Fiqih Peradaban di Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura

Gapura, NU Online Sumenep

Halaqah Fiqih Peradaban yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah berlangsung di 250 titik pesantren Indonesia. Selain pesantren Annuqayah Guluk-Guluk yang dijadikan tempat halaqah tersebut, Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura menjadi tuan rumah penyelenggaraan halaqah dengan mengusung tema ‘Fiqh Siyasah dan Kewarganegaraan.’ Ahad (25/12/2022) di Aula KH A Zubairi Mz.

Diketahui, banyak sekali gagasan dan pemikiran yang sangat penting direkomendasikan kepada PBNU untuk didalami lagi. Berikut rekomendasinya.

1. Selama ini fiqih kewarganegaraan sedang mengulas soal relasi yang bersifat horizontal menyangkut status non muslim dalam konteks negara bangsa yang tidak lagi disebut kafir, tetapi Al-Muathinun (warga negara). Soal relasi yang bersifat vertikal menyangkut relasi negara dan warga negara (rakyat) kurang didorong.

2. Tatanan ekonomi yang timpang. Di mana 90 persen ekonomi nasioanl dikuasi 0,1 persen (segelintir orang) harus menjadi fokus fiqih kewarganegaraan. Berarti fiqih kewarganegaraan suka atau tidak suka harus mengoreksi paradigma ekonomi yang liberal-kapitalistik.

3. Penting menggagas Fiqhul Bi’ah ke dalam konteks Al-Dharuriyatul Khamsah serta menggagas Ukhwah Kauniyah (Tali Solidaritas Kosmik) ke dalam trilogy ukhuwah yang sudah ada sebagai respon kuat NU terhadap problem lingkungan yang akut akibat pembagungan yang liberal-kapitalistik tersebut.

4. Penting juga Lembaga Bahhtsul Masail (LBM) PBNU mendorong pengurus NU di tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Ranting NU, mulai membahas persoalan-persoalan fiqih lingkungan yang lebih spesifik-detail terkait ekonomi warga, tanah warga, politik, dan budaya.

Acara ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari PCNU, MWCNU, Ranting NU serta para kiai, ustadz, dan ibu nyai di wilayah Timur Daya Kabupaten Sumenep. Nara sumber kegiatan ini adalah KH Imam Nakha’i selaku Wakil Ketua LBM PBNU dan KH. Maimun Syamsuddin selaku Direktur Pasca Sarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk.

Editor: Firdausi
ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga