Batuan, NU Online Sumenep
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selalu memberikan layanan informasi pada warga terkait cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami. Instansi pemerintah non kementerian tersebut menjadi ujung tombak dalam mencegah dan menanggulangi bencana alam di Indoensia, khususnya di Kabupaten Sumenep.
Berangkat dari kesadaran ini, Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Sumenep mengundang Usman Kholid selaku Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget guna mensosialisasikan dan mengedukasi warga, Jum’at (18/6/2021). Acara disiarkan secara live di kanal youtube TVNU Sumenep, tepatnya di studio 1.
Bapak Usman mengutarakan, Stasiun Meteorologi Kalianget awalnya memberikan informasi tentang cuaca dan iklim, khususnya penerbangan dan kemaritiman. Namun, saat beredar informasi secara online dan cetak tentang prediksi tsunami di Kabupaten Sumenep, seluruh warga merasa resah dan ketakutan.
“Sebelum BMKG pusat datang ke sini, mereka telah mengadakan survey terkait potensi gempa bumi dan tsunami di pantai selatan Jawa Timur yang di start dari Banyuwangi hingga Trenggalek. Bahkan dalam sejarah, pada tahun 1843 dan 1889, Sumenep pernah ditimpa tsunami,” katanya saat menjawab pertanyaan Ibnu Abbas selaku host.
Oleh karenanya, tim mengadakan simulasi. Dari hasil survey tersebut menyatakan bahwa saat patahan sesar kambing terjadi gempa dengan kekuatan 7.8, maka berpotensi tsunami yang akan menerpa pelabuhan Kalianget sampai Gudang PT. Garam.
“Ketinggian air yang sampai ke pelabuhan sekitar 3 meter. Waktu tempuhnya kurang lebih 4 menit,” tegasnya.
Dirinya menambahkan, untuk daerah pesisir harus waspada. Hanya saja gelombangnya kecil. Namun gempanya akan terasa dan bisa mengakibatkan bangunan runtuh, khususnya kondisi rumah yang tidak layak.
Langkah Mitigasi
Selain melakukan simulasi, BMKG juga bersilaturrahim pada Bupati Sumenep untuk menyampaikan hasil survey ini.
“Usai sowan, kami membuat jalur evakuai yang dibantu oleh Badan SAR Nasional (BASARNAS), Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak lainnya. Jalur ini akan memudahkan warga sampai ke lokasi yang lebih aman saat terjadi gempa bumi dan tsunami,” ungkapnya.
Dirinya menyarankan pada warga untuk mengikuti rambu-rambu evakuasi yang terpasang di pinggir jalan. Karena kebanyakan korba yang selamat dari maut adalah warga yang sudah terlatih. Selain itu, beliau menjelaskan bahwa BMKG memiliki aplikasi khusus untuk mengetahui beragam informasi tetang cuaca, iklim, gempa bumi, tsunami, dan lainnya.
“Aplikasinya bisa download di play store. Yuk install aplikasi info BMKG dan wrs BMKG. Lewat aplikasi itulah, kita bisa megakses seputar bencana alam. Bahkan bisa memberikan informasi tentang gempa susulan,” terangnya.
Sebagai closing statement, ia mewanti-wanti pada warga agar tidak panik secara berlebihan.
“Tetap tenang dan jangan sungkan untuk mengukuti simulasi bencana alam,” tandasnya.
Pewarta: Firdausi

