Gapura, NU Online Sumenep
KH Najiburrahman Wahid, Wakil Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, menegaskan bahwa, walaupun Baitul Maal wa Tamwil Nuansa Umat (BMTNU) bukan bagian struktural Nahdlatul Ulama (NU), tetapi ini adalah aset dan potensi yang dimiliki oleh NU.
Taujihad wal Irayadat ini disampaikan saat Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMTNU Jawa Timur sowan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-18 yang dikemas Rihlah Sanad Perjuangan Pengelola BMTNU setempat, Selasa (21/06/2022).
Menurutnya, aktif di BMTNU sama dengan perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan dan menegakkan ekonomi syariah. Karena selama ini, koperasi yang berpuasat di Kecamatan Gapura, Sumenep ini telah mengambil peran sebagai pemain, bukan penonton dalam pengembangan perekonomian umat.
“Nyaris kefakiran menjadi kafir. Maka perjuangan di BMTNU sangat mulia. Karena hal tersebut menjadi benteng aqidah umat, khususnya bagi Nahdliyin,” ungkap Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini.
Tak hanya itu, menegakkan dan memperjuangkan ekonomi syariah adalah jihad. Oleh karenanya, niatkan setiap langkah pengelola lillahi ta’ala dan jihad dalam bidang ekonomi.
“Tasbih pengelola BMTNU adalah Tupoksinya. Oleh sebab itu, amanahlah, rajin dan maksimalkan tugas yang ada,” imbau Kiai Najiburrahman.
Secara ekonomi, lanjutnya, umat muslim masih kalah dengan non muslim. “Hadirnya BMTNU ini sebagai salah satu langkah awal untuk membangkitkan ekonomi warga muslim yang ada di Jawa Timur,” pungkas Wakil Rektor II Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Probolinggo itu.
Diketahui, ada 71 alumni Nurul Jadid yang menjadi pengelola BMTNU, mengikuti acara tersebut dengan khidmat.

