Image Slider

Syukuri Anugerah, BMTNU Jatim Rihlah ke Annuqayah

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-18, Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wa Tamwil Nuansa Umat (BMTNU) Jawa Timur, menggelar Rihlah Sanad Perjuangan Pengelola BMTNU dengan menyambangi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Ahad (12/06/2022) di Aula Asy-Syarqawi.

H Masyudi Kanzillah, Direktur Utama BMTNU Jawa Timur mengatakan, pertumbuhan dan perkembangan BMTNU semakin pesat. Karena saat ini sudah memiliki 613 Miliar dengan 94 kantor cabang.

“Ini anugerah dari Allah SWT dan barakah dari pondok pesantren dan guru dari seluruh pengelola di BMTNU,” ujar Wakil Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu.

Oleh karenanya, lanjutnya, pihaknya ingin merawat hubungan ruhani antara alumni dengan pondok pesantren merupakan sebuah keniscayaan.

“Selain meminta taujihad wal irsyadat, kami akan bertawasul di maqbarah muassis pesantren,” tuturnya.

Berikut ringkasan taujihad wal irsyadat Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk yang disampaikan oleh tiga masyaikh, yakni KH Moh Naqib Hasan, KH Muhammad ‘Ali Fikri A. Warits, dan KH Bushiri Ali Mufi.

1. Bangga kepada BMTNU, karena sudah mengarahkan pengelola untuk mengingat para guru.

2. Terima kasih kepada BMTNU yang sudah mengadakan rihlah dan mengantarkan alumni ke Pondok pesantren Annuqayah.

3. Menyatakan kekaguman terhadap BMTNU yang telah berhasil menghimpun para alumni pesantren sebagai pengelola. Hal ini merupakan nilai positif bagi para Santri.

4. Pesantren Annuqayah sangat bangga dan mendoakan alumni semoga tetap berpegang teguh dan semoga menjadi teladan bagi generasi berikutnya serta bermanfaat bagi keluarga.

5. Kegiatan rihlah sanad perjuangan ini merupakan kegiatan yang diapresiasi baik. Karena hal ini sama halnya ngecas santri.

6. Alumni merupakan santri luar di Annuqayah sama halnya sebagai etalase (tampilan depan toko), maka jagalah almamater Annuqayah.

7. Pesona uang begitu seksi, diharapkan agar tidak tergoda. Jika kalian mengecewakan, maka KH Muhammad Syarqawi menangis jika santrinya merusak nama pesantren.

8. Santri membangun etos kerja untuk melayani umat, meskipun posisi di manapun agar disyukuri. Karena sudah diberikan kepercayaan. Kepercayaan itulah yang mahal.

9. Ini merupakan kegiatan menyambung ruhani. Paling tidak harus memiliki bau santri.

10. Jangan mengecewakan guru, tetap membawa ilmu dan akhlak.

11. Istiqamah menyambungkan diri secara ruhani.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga