Image Slider

Di Resepsi Harlah NU dan Pelantikan PCNU Sumenep, KH M Ramdlan Siradj: Jaga Marwah NU

Bluto, NU Online Sumenep

KH M Ramdlan Siradj mengisi sambutan pertama mewakili sahibul ma’had di acara Resepsi Hari Lahir (Harlah) NU Ke-98 dan Pelantikan Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, masa khidmat 2020-2021 pada Senin (01/03/2021) di pondok pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto.

Di awal sambutannya, Kiai Ramdlan mengucapkan selamat kepada bupati Sumenep terpilih pereode 2021-2024, Ahmad Fauzi, sekaligus ia menyatakan bahwa kehadiran bupati di acara tersebut merupakan hari yang spesial karena hari pertama bupati bertugas.

“Saya berharap semoga ini merupakan berkah tersendiri bagi Bupati dan Wakil bupati Sumenep, karena ini merupakan hari pertama bupati dan wakil bupati bertugas, justru langsung menghadiri Resepsi Harlah NU Ke-98 & Pelantikan PCNU Sumenep di Nurul Islam,” tuturnya.

Selain kepada bupati, dia juga mengucapkan selamat datang kepada hadirin khususnya alim ulama dan dirinya berharap semoga kehadirin alim ulama itu membawa barokah utamanya bagi santri Nurul Islam.

Dalam sambutannya, mantan Bupati Sumenep pereode 2001-2010 ini meminta pengurus PCNU Sumenep dan Badan Otonom (Banom) NU yang baru dilatik agar mampu menjaga marwah Jamiyah NU. Karena menurutnya, saat ini banyak orang yang mendekat kepada NU tapi cuma untuk sebuah kepentingan saja.

“Mudah-mudahan dengan komitmen yang ada, para pengurus diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk mampu menjaga marwah jamiyah NU, karena selama ini banyak yang mendekat tapi hanya demi sebuah kepentingan,” ungkapnya dengan intonasi suara yang tegas.

Mustasyar PCNU Sumenep ini juga menyatakan sebagai tahadduts binni’am bahwa keluarga besar pondok pesantren Nurul Islam Karangcempakan tidak pernah absen dalam kepengurusan NU utamanya di tingkat Cabang. Dalam ceritanya ia mengungkapkan bahwa ayahandanya, almaghfurlah KH M Siradjuddin dulu pernah jadi Wakil Rais di PCNU Sumenep dan aktif di kegiatan-kegiatan NU, terutama Bahtsul Masail.

Dirinya juga mengaku penah jadi Rais PCNU Sumenep masa khidmat 1995-2000 dan saat ini menjadi Mustasyar. Menurutnya, ber-NU itu adalah mengikat dengan jelas nasab keilmuan dan jika ada orang yang menyimpang dari NU itu tentu tidak jelas nasab keilmuannya. Selain itu, ia juga menganjurkan santri-santrinya untuk aktif di acara-acara NU.

“Atas nama sahibul ma’had, kami minta maaf kepada hadirin utamanya kepada KH Miftachul Akhyar atas segala hal. Jika ada yang kurang berkenan dari pelayanan yang diberikan oleh pondok pesantren Nurul Islam, itulah kekuatan kami,” pungkasnya.

Pewarta: A. Warits Rovi
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga