Image Slider

Hadirkan Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud, PP. Darul Hikmah II Batuputih Gelar Maulid Nabi

Batuputih, NU Online Sumenep

Pondok Pesantren Darul Hikmah II Batuputih Kenik, Sumenep, menggelar Perayaan Maulid Nabi yang dikemas dengan Sholawat 5000 Umat, Jum’at (4/12/2020). Gelaran maulid nabi di pesantren asuhan KH. Chairul Anam ini mendapat respon positif dari masyarakat. Terbukti, kurang lebih 4.000 jamaah hadir, yang meliputi Alumni PP. Darul Hikmah dan masyarakat sekitar.

Di antara yang hadir meliputi; para Habaib dari Sumenep Kota, Pengasuh Pesantren di lingkungan Sumber Tombet dan Mantre, pengasuh Madrasah, Majelis Ta’lim, dan Guru Ngaji. Selain itu juga hadir Pengurus NU dan banomnya, serta Kades daerah setempat.

KH Chairul Anam dalam sambutannya menegaskan, bahwa Maulidan merupakan kewajiban asasi umat Nabi Muhammad sebagai bagian dari ekspresi cinta dan implementasi kepatuhan serta berterima kasih kepada Nabi Muhammad.

Khadim Pesantren setempat ini menambahkan, bahwa Maulidan kali ini secara khusus dihajatkan untuk keselamatan semua pengguna jalan raya di Karanggiri yang sejak dulu dikenal sebagai jalur tengkorak. Mengingat, hampir setiap tahun acap kali memakan korban jiwa.

“Selain itu, secara umum acara ini dihajatkan untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh pihak yang terlibat, langsung maupun tidak langsung,” ungkap Kiai yang seringkali mengisi siaran Semanis Kurma di RRI Sumenep ini.

Mantan Ketua LBM PCNU Sumenep ini juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada tim pengamanan pelaksanaan Maulid. “Yang dilakukan oleh tim gabungan, terdiri dari unsur Polsek Batuputih, Banser NU Batuputih, dan Hansip Batuputih Kenik,” pungkasnya.

Acara selanjutnya yakni ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud. Ia menyampaikan beberapa hal pokok yang harus diteladani dari sikap dan sifat Rasulullah SAW.

“Ada tiga perkara tidak boleh ditinggalkan, baik kepada kawan maupun lawan, yaitu amanat, silaturahmi dan janji,” jelasnya.

Habib Qodir Ba’abud juga menambahkan, bahwa ada dua hal yang harus dilakukan oleh seorang ibu untuk membentuk anak shalih, yakni istiqamah shalat tahajjud, dan tidak menyusui kecuali dalam keadaan suci dari hadats.

“Selain itu, ada dua perkara pula hal-hal yang menjadi kunci keselamatan, yaitu mencintai keturunan Nabi Muhammad dan mencintai Ulama, terutama yang berafiliasi dengan ajaran Ahlussunah wal Jamaah An-nahdliyah,” tandasnya.

Kontributor: Mahrus Miftah
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga