Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul (MWCNU) Guluk-Guluk gelar Konkow Kebudayaan bersama seniman nasional Tony Broer di Rumah Makan Istana Kreok, Ganding pada Selasa (1/8/2023).
Ketua MWCNU Guluk-Guluk Kiai Widadi Rahim menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan tentang jalan dakwah yang harus dijalankan ke depan.
“Mengingat Sumenep sebagai ibu dari Nusantara, kaya akan kebudayaan dan keseniannya. Maka perlu kemudian kita pertajam pengetahuan tentang kesenian sebagai salah satu jalan dakwah kita,” ungkapnya, Selasa (1/8/2023).
Lebih lanjut, Kiai muda dari Pondok Pesantren al-Is’af Kalabaan ini mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama adalah organisasi masyarakat yang senantiasa menyerukan pesan-pesan agama.
“Maka penting juga, ada modifikasi dakwah melalui seni,” tuturnya.
Tony Broer mengungkapkan, pemaknaan dari seni sendiri sangatlah luas bahkan bisa dikatakan bebas. Namun, lanjut Tony, esensi dari seni tersebut adalah sebuah penyadaran.
“Artinya adalah jalan kebaikan. Apabila seni ingin dijadikan sebagai jalan dakwah, maka perlu adaptif dan aplikatif,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat memiliki kekayaan tradisi dan kebudayaan yang tetap mengakar hingga saat ini.
“Kebudayaan tersebut harus tetap hidup, dakwah jangan sampai menghapus kearifan lokal tradisi masyarakat. Seperti apa yang telah diajarkan oleh Sunan Kalijaga dalam berdakwah melalui pertunjukan wayang kulit,” katanya.
Lebih lanjut Pengurus Komite Teater Lesbumi Jawa Barat ini menyebutkan, pentingnya melakukan riset kebudayaan di lingkungan sekitar.
“Guna mengetahui kekayaan kebudayaan dan kesenian yang ada di masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Pewarta : Moh. Faiq
Editor : Abdul Warits

