Image Slider

Hijrah Dilakukan secara Kontinuitas

Pragaan, NU Online Sumenep

Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Al-Ibrohimiy Masaran, Sentol Daya, Pragaan, Kiai Moh Ali Maimun Saedy mengatakan, hijrah dilakukan secara kontinu. Maksudnya, menjadi pribadi lebih baik, tidak hanya dilakukan satu kali, tapi berkali-kali. Karena manusia tidak pernah lepas dari kesalahan, kecuali Rasulullah Saw yang ma’shum.

Pernyataan ini disampaikan saat mengisi tausiyah di acara peringatan 10 Muharram 1445 yang dihelat oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Pragaan, Sumenep dengan tajuk ‘Mamaknai Tahun Baru sebagai Momentum Perubahan Diri: Berbudi Pekerti Baik dan Peduli terhadap Sesama’.

“Yang dimaksud hijrah adalah berubah dari situasi yang buruk menjadi baik. Atau berawal dari yang baik menjadi lebih baik lagi. Hijrah tidak akan selesai hingga kita mati,” ujarnya sebagaimana dalam tayangan TVNU Pragaan diakses NU Online Sumenep, Rabu (02/08/2023).

Menurutnya, Allah mengangkat derajat seseorang melalui kesalahan, sehingga orang itu menyadari atas perbuatannya. Keseringan bertaubat lantaran berbuat maksiat, bisa jadi Allah mengampuni atau menghapus dosa-dosanya.

“Di bulan Muharram, pemuda NU harus mendengungkan hijrah dan jangan sampai mencederai esensinya. Dekatilah orang yang takut berbuat maksiat. Karena orang itu akan mendekatkan kita kepada Allah,” ungkapnya kepada jamaah yang berkumpul di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri itu mengutarakan, khauf dan raja’ harus seimbang. Dijelaskan, khauf itu khawatir, sedangkan raja’ adalah harapan besar.

“Jangan sampai kita lambat melangkah lantaran khauf. Maknai lah khauf itu seperti sedia payung sebelum hujan. Jujur, kami lebih suka pada ulama yang lebih mendahulukan kabar gembira daripada kabar sedih. Itu yang bisa memompa semangat pemuda Islam agar bisa berhijrah,” tuturnya.

“Mohon maaf, bukan kapasitas saya mengisi acara ini. Berhubung diberi mandat oleh muassis pesantren Al-Ibrohimiy, kami siap melakukan apapun selama dalam bingkai kegiatan kemasyarakatan dan kepesantrenan. Jangan pernah mundur, maju terus. Siapa tahu, belum pernah dipelajari di pesantren,” tandasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga