Image Slider

Halaqah Ekopesantren, Isu Lingkungan Jadi Atensi RMI NU Sumenep

Gapura, NU Online Sumenep
Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Halaqah Ekopesantren. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-In’am Gapura, Sumenep, itu mengusung tema ‘Revitalisasi Model Pendidikan Pesantren Berwawasan Lingkungan’, para Kamis, (27/10/2022).

Program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar RMI PCNU Sumenep untuk menguatkan peran pesantren dalam memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan hidup yang kian memperihatinkan. Hal ini disampaikan Ketua RMI PCNU Sumenep, KH. Ubaidillah Tsabit saat memberikan sambutan.

“Pesantren sebagai agen perubahan masyarakat bertanggungjawab terhadap pelestarian lingkungan. Utamanya di internal pesantren sendiri. Bagaimana meminimalisir penggunaan sampah oleh para santri yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Juga berperan di masyarakat untuk menyadarkan betapa pentingnya merawat lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, Halaqah Ekopesantren yang digagas RMI PCNU Sumenep juga merupakan kelanjutan dari program PBNU, yakni ‘Pesantren Hijau’. Capaian yang diharapkan tentu agar pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam juga turut serta dalam memberikan solusi terbaik.

“Kami ingin bersinergi dengan program PBNU, yakni ‘Pesantren Hijau’. Meski saat ini belum sampai pada tahap perencanaan yang matang, masih baru mewacanakan, namun ini menjadi i’tikad baik kita dalam menyelesaikan persoalan lingkungan,” tambahnya.

Dijelaskan Kiai Ubaid, sapaan akrabnya, semakin lama persoalan lingkungan kian memprihatinkan. Pengrusakan terhadap alam terus dilakukan demi kepentingan pribadi. Akibatnya kondisi alam tidak lagi bersahabat dengan munculnya masalah kekeringan air, pemanasan global, tumpukan sampah dan sebagainya.

“Kebanyakan karena kepentingan pribadi kemudian abai dengan kerusakan lingkungannga. Sehingga terjadilah krisis air dimana-mana. Termasuk di pesantren. Sedangkan di musim penghujan banjir seringkali melanda. Pesantren harus bertanggungjawab memberikan solusi,” tegasnya.

Dalam konteks pesantren, Kiai Ubaid menjelaskan, pihaknya memfokuskan pada beberapa persoalan akut. Seperti krisis air di musim kemarau, sementara pesantren dengan jumlah santri yang ribuan sudah pasti butuh ketersediaan air yang memadai.

“Persoalan lain yang sedang kita hadapi juga pemanasan global. Di era kemajuan teknologi ini, di saat yang sama pemanasan global melanda. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” pintanya.

Persoalan lain yang tak kalah penting dari upaya melestarikan lingkungan adalah tumpukan sampah. Menurut Kiai Ubaid, upaya pesantren dalam menangani sampah belum maksimal dilakukan. Namun demikian, ada beberapa pesantren yang justru memberikan contoh baik dalam pengelolaan sampah agar lebih bermanfaat.

“Seperti di Pesantren Al-In’am ini, para santri sangat kreatif. Bisa mengubah sampah plastik menjadi batako atau paving blok yang jelas-jelas sangat bermanfaat. Ke depan kita upayakan bagaimana sampah yang dihasilkan ini dimanfaatkan dan bahkan meminimalisir penggunaannya,” ungkapnya.

Ia pun berharap, elemen struktural di NU juga turut serta mengampanyekan pelestarian lingkungan hidup, utamanya kepada pesantren-pesantren yang ada di wilayahnya. Selain untuk menyukseskan program yang digagas, juga dalam rangka menyelamatkan bumi dari kerusakan.

“Kita harapkan MWCNU dapat bahu-membahu bersama kita memikirkan bagaimana pesantren dapat turut serta dalam memberikan solusi terkait isu-isu lingkungan. Sehingga ke depan keberadaan pesantren mampu menjadi solusi dalam masalah lingkungan yang dihadapi,” pungkasnya.

Hadir sebagai pemateri Halaqah Ekopesantren, KH. Abdul Ghafur Maimoen Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Hodri Arief Wakil Ketua RMI PBNU, dan Arif Susanto Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep. Turut hadir pula, elemen struktural NU dan perwakilan pesantren di Sumenep.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga