Image Slider

Harlah ke-36, Lakpesdam NU Sumenep Perkuat Kelembagaan dan Kebijakan Publik

Kota, NU Online Sumenep

Hari ini, 7 April 2021, merupakan hari dimana 36 tahun yang silam yakni 7 April 1985, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam NU) didirikan. Tepat pada saat KH. Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).  Khidmahnya di bidang kajian-kajian isu strategis dan pemberdayaan manusia telah banyak melahirkan kader-kader NU yang militan dan berkualitas.

Di Sumenep sendiri, keberadaan Lakpesdam NU diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun dan menyiapkan SDM warga NU agar bisa bersaing menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang pesat.

Moh. Ekoyanto, Ketua Lakpesdam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, mengatakan bahwa sebagai corong pemberdayaan masyarakat, keberadaan Lakpesdam NU selama ini tetap berkomitmen melakukan pendampingan dalam rangka penguatan kelembagaan dan pengawalan terhadap kebijakan-kebijakan publik guna meningkat SDM NU yang unggul.

“Lakpesdam sebagai departemen NU yang berfungsi untuk melakukan kajian isu-isu strategis, persoalan kebangsaan dan keislaman serta melakukan kerja-kerja advokasi, maka selayaknya menjadi garda terdepan untuk membangun SDM warga NU agar mampu bersaing menghadapi tantangan zaman seperti sekarang ini,” ungkapnya kepada NU Online, Rabu (7/3/2021).

Menyikapi hal itu, menurutnya, ada dua segmentasi gerakan Lakpesdam yang dilakukan, khususnya di Sumenep sendiri. Pertama internal, untuk mengembangan SDM NU yang unggul, pihaknya terus melakukan penguatan dan sinergitas kelembagaan di semua struktur hingga ranting. Sehingga semua potensi yang ada di NU bisa dikelola dengan baik.

Kemudian yang kedua, eksternal, orientasi gerakan Lakpesdam tidak hanya di tubuh sendiri, melainkan juga ke luar dalam rangka mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat umum. Hal ini dilakukan dengan berbagai kegiatan dan program kerja yang secara berkelanjutan terus dimasifkan.

Menyambut Harlah Lakpesdam NU yang ke 36, Alumni Universitas Islam Malang (Unisma) ini terus mengupayakan menjadi penggerak terhadap pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan pengawalan. Seperti Lokakarya Penguatan Ranting NU dengan menggandeng Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep.

“Kegiatan Lokakarya Penguatan Ranting bersama PCNU, MWC dan Ranting NU, yang selama ini kami laksanakan dengan bertahap di sejumlah titik itu bagian dari upaya memperkuat kelembagaan di tubuh NU. Menata organisasi agar lebih aktif di masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kader-kader NU yang tersebar di berbagai sektor juga disiapkan untuk menjawab sekian banyak persoalan yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat. Utamanya terkait kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak terhadap masyarakat kalangan bawah.

“Kami juga melaksanakan Sekolah Analisis Sosial (Ansos) untuk kalangan anak muda NU, mahasiswa dan pelajar, dengan harapan nantinya mereka peka terhadap persoalan – persoalan sosial yang terjadi di masyarakat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dalam rangka menyukseskan visi dan misi yang selama diperjuangkan, dirinya meminta kepada semua pihak, baik struktur maupun kultur NU untuk memperkuat barisan menegakkan panji NU sebagaimana yang diwariskan oleh para pendiri terdahulu.

“Di momentum ini Lakpesdam mengajak kepada seluruh kader NU untuk terus berjuang di bawah Panji NU dan tetap satu barisan dalam mengawal paham Ahlusunnah Wal Jam’ah seperti yang diwariskan oleh para muassis NU. Juga Lakpesdam agar tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak mengedepankan persoalan keumatan,”pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga