Kota, NU Online Sumenep
Lahirnya Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NUmerupakan wujud dari upaya pengembangan kajian isu-isu strategis dan pemberdayaan manusia yang diamanahkan oleh Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-27 di Situbondo.
KH. Abdurrahman Wahid yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-27 di Situbondo itu langsung menyiapkan tim untuk merumuskan konsep pengembangan sumberdaya manusia (PSDM). Sebab adanya konsensus mengembalikan peran NU pada Khittah 1926 membutuhkan sumberdaya manusia yang mumpuni, khususnya di tubuh NU itu sendiri.
Kemudian pada 7 April 1985/16 Rajab 1405, secara resmi Lakpesdam NU didirikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta. Menurut data yang dikutip dari nu.or.id, lahirnya Lakpesdam NU ini setidaknya terdapat empat alasan pokok.
“Petama, kualitas SDM rata-rata penduduk Indonesia masih rendah dan perlu ditingkatkan. Kedua, perlu dilakukan peningkatkan dan perluasan peran serta NU dalam upaya pengembangan SDM sebagai salah satu khidmahnya. Ketiga, peran serta NU dalam upaya PSDM perlu didasarkan atas suatu konsepsi dan dituangkan dalam program operasional yang jelas. Keempat, peningkatan kualitas SDM menempati kedudukan yang strategis dalam peningkatan kualitas masyarakat,” tulis NU Online dalam release berita terbitan 12 Desember 2012.
Di Sumenep sendiri, Lakpesdam NU didirikan pada tahun 2000 yang waktu itu langsung dipimpin oleh KH. Ilyasi Siradj, Ketua PCNU Sumenep. Kemudian Kiai A. Dardiri Zubairi, ditunjuk sebagai ketua pertama dengan ditemani lima orang lainnya sebagai pengurus harian dan divisi, diantaranya: Mahmudi Zain, Kiai Moh. Naqib Hasan, Zubairi Mukhtar, Rasul Junaidi dan Hidayat Andiyanto.
Sebagai mantan ketua, di Harlah ke-36 ini, Kiai A. Dardiri Zubairi berharap agar orientasi Lakpesdam pada ranah kajian, riset dan advokasi kebijakan merupakan unsur pokok yang harus dipertahankan dalam rangka mendorong kelembagan di NU lebih tertata dengan baik.
“Karena mandat Lakpesdam memang begitu. Yang mendesak sekarang bagaimana mendorong ranting NU lebih kuat, utamanya merespon isu-isu kerakyatan yang riil dihadapi warga NU di tingkat basis,” ungkap Kiai yang juga merupakan Masyaikh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura.
Jelang kebangkitan NU ke-2 pada 2026 mendatang, merupakan satu kondisi dimana NU, menurut KH. Ma’ruf Amin Wakil Presiden Republik Indonesia, dihadapkan dengan tiga tantangan, pertama ialah penguasaan tekhnologi, kedua kemandirian ekonomi dan ketiga pendidikan. Maka, dalam hal ini, Kiai Dardiri sapaan akrabnya berharap agar sebelum melangkah lebih jauh, perlu dilakukan penguatan dan peningkatan kapasitas kelembagaan Lakpesdam itu sendiri.
“Menghadapi kebangkitan NU ke 2, kapasitas kelembagaan Lakpesdam harus diperkuat. Ini penting sebelum Lakpesdam melakukan penguatan ke luar,” ujar beliau.
Kemudian setelah itu, berbagai terobosan yang dilakukan Lakpesdam NU Sumenep selama ini dalam pemberdayaan masyarakat, pengorganisasian maupun lainnya, dirinya meminta agar terus dikembangkan. Sebagai upaya untuk menyiapkan SDM NU yang unggul menuju NU abad ke-2.
“Rintisan-rintisan pengembangan masyarakat, pengorganisasian, atau apapun bentuknya terus harus dikembangkan,” ungkap beliau kepada NU Online Sumenep, pada Rabu (7 April 2021).
Kendati demikian, upaya-upaya pengembangan tersebut, menurut beliau harus tetap selaras dengan tradisi-tradisi NU dengan tetap kritis terhadap berbagai persoalan kerakyataan, dalam hal ini kapitalisme, yang hingga hari ini masih mengakar kuat. Bahkan perlu adanya perlawanan.
“Semua yang dilakukan Lakpesdam harus dijangkarkan pada tradisi NU. Dan saat yang bersamaan melakukan perlawanan terhadap kapitalisme yang menjadi akar krisis kemanusiaan,” imbuh beliau.
Guna menyikapi hal tersebut, Kiai yang juga Wakil Ketua PCNU Sumenep ini meminta agar kader-kader NU dipersiapkan untuk menjadi pemimpin rakyat, kemudian mendorong kebijakan publik agar selaras dengan problem riil kerakyatan, selain itu juga kapasitas kelembagaan Lakpesdam perlu ditingkatkan.
Hal senada juga disampikan oleh Kiai A. Warits, salah seorang mantan Ketua Lakpesdam PCNU Sumenep, bahwa Lakpesdam harus tetap konsisten dengan penguatan sumber daya manusia di lingkungan NU. Kemudian tidak kalah penting juga melakukan pembelaan terhadap masyarakat lemah dengan strategi advokasi yang telah disiapkan oleh Lakpesdam.
“Saya berharap Lakpesdam terus mengupayakan penguatan sumber daya manusia di lingkungan Nahdlatul Ulama. Juga melakukan pembacaan dan pembelaan kepada warga lemah,” ungkap Kiai yang saat ini tengah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep itu.
Setelah Kiai Warits, harapan besar kepada Lakpesdam sebagai lembaga yang menjadi lokus pengembangan SDM NU, juga datang dari Ahmad Saheri, salah seorang mantan Ketua yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris PCNU Sumenep. Pihaknya berharap agar Lakpesdam menjadi lembaga terdepan dalam menguatkan kelembagaan NU.
Sehingga dari itu, NU menjadi organisasi arus utama yang membangun gerakan sosial kemasyarakatan . Tentu dengan isu utama yang selama ini diperjuangkan, yaitu penguatan kelembagaan.
“Lakpesdam harus tetap menjadi model gerakan yang menjadi inspirasi bagi organisasi lain di lingkungan NU,” pungkasnya.
Editor: Abdul Warits

