Image Slider

Innalillahi, Mustasyar MWCNU Bluto Wafat

Bluto, NU Online Sumenep

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari Kecamatan Bluto. Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto, KH Abu Fadlal Athoullah wafat pada Rabu (13/04/2022) sekitar jam 01.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan saat menjalani perawatan karena sakit.

Kabar wafatnya Kiai Abu Fadlal Athoullah yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Istifadah Gingging, Bluto ini dengan cepat menyebar di jejaring media sosial WhatsApp.

Ungkapan bela sungkawa datang dari Moh Halili selaku Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Ia menuturkan bahwa almarhum adalah sosok panutan dan disiplin.

“Tokoh panutan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Istifadah Gingging, Bluto. Orangnya humoris, tidak senang formalitas,” tutur alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto itu.

Menurutnya, semasa hidupnya selalu hadir dalam setiap pertemuan rutin MWCNU Bluto. “Almarhum juga memimpin pembacaan surat Yasin dan Al-Mulk setiap perkumpulan rutin setengah bulanan yang diadakan MWCNU Bluto,” lanjutnya.

Halili menegaskan, almarhum selalu menegur jikalau salah satu kiai yang memimpin pengajian kitab terlalu lama dalam menjelaskannya. “Orangnya care kalau menerima tamu, sangat menghormati meskipun yang bertamu cuma santrinya,” kenang alumni Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura itu.

Mantan Ketua MWCNU Bluto ini menambahkan, khidmah beliau di NU terutama MWCNU Bluto tidak diragukan. Ia aktif sejak masih remaja dan masih tercatat sebagai pengurus hingga akhir hayatnya.

“Sewaktu kami menjabat sebagai Ketua MWCNU Bluto, almarhum menjadi Wakil Rais bersama Almarhum KH Ahmad Sufyan Nawawi. Siapapun tahu kiprah Kiai Abu Fadlal yang tidak pernah berhenti meski usia sudah agak sepuh,” tambahnya.

Lantas, ia meneruskan, almarhum juga tidak segan hadir manakala diundang rapat MWCNU kecuali dalam kesadaan sakit.

“Kalaupun udzur, masih menyempatkan menelepon kami bahwa tidak bisa hadir, sembari berkirim salam kepada yang lain atas ketidakhadirannya,” lanjut alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo itu.

“Sekitar jam 07.30 WIB beliau dikuburkan di belakang masjid pesantren asuhannya. Alhamdulillah kami sempat hadir dan ikut menshalati hingga penguburannya. Semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya, mendapatkan tempat terhormat di sisi Allah SWT. Insyaallah beliau khusnul khatimah,” pungkasnya.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga