Rubaru, NU Online Sumenep
Setelah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bulan lalu, Perempuan Khober Sumenep melaksanakan tadarus lingkungan dan pengelolaan sampah bersama Kiai Moh Khatibul Umam selaku Ketua Biro Pengabdian Masyarakat (BPM) Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk di mushala Al-Masthuriyah Mantanair, Rubaru, Selasa (26/09/2023).
Kiai M Khatibul Umam yang didaulat sebagai narasumber mengatakan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga lingkungan. Pertama, memperpanjang umur setiap barang. Misalnya menggunakan barang yang sesuai kebutuhan agar tidak menjadi sampah.
Kedua, meminimalisir produksi, seperti membeli barang dan menggunakannya sesuai kebutuhan. Ketiga, mendaur ulangnya, seperti menyulap sampah organik dan anorganik menjadi produk yang inovatif.
“Menjaga kebersihan lingkungan sekitar bagian dari iman,” ujarnya saat menyitir hadits nabi.
Sementara itu, Ketua Perempuan Khober Sumenep, Raudlatun menjelaskan dalam sambutannya, tadarus lingkungan ini dihelat dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman pada ibu-ibu rumah tangga tentang permasalahan lingkungan dan mengelola sampah rumah tangga yang setiap hari dibuat oleh ibu rumah tangga di dapur.
“Kegiatan ini ingin mengubah pola pikir masyarakat yang kadang mengotori lingkungan. Dengan digelarnya tadarus ini, kami berharap pasca kegiatan, ibu-ibu lebih peduli terhadap lingkungan dan bisa mengolah sampah rumah tangga,” ucapnya kepada NU Online Sumenep, Rabu (27/09/2023).
Baginya, lingkungan yang bersih dan sehat akan tercipta bilamana warganya peduli kepada lingkungan. Jika tidak dijaga dan rawat, maka akan mendatangkan pencemaran lingkungan, baik pencemaran udara, air dan tanah.
“Kami berharap pasca kegiatan ini harus dibarengi dengan aksi nyata agar generasi penerus dapat mencontoh dan meneladani ikhtiar kita dalam menekan angka sampah,” tandas Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Sumenep ini.

