Pragaan, NU Online Sumenep
Musyawarah Ranting (Musran) Sentol Daya telah usai tadi sore di kantor setempat, Jumat (08/09/2023). Sidang Pleno IV yang dipimpin Kiai Hambali Makhtum itu memutuskan bahwa Kiai Mukmin Manaf terpilih sebagai Rais Syuriyah dan Kiai Musahwi terpilih keempat kalinya sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sentol Daya masa khidmat 2023-2028.
Berdasarkan tata tertib sidang, pemilihan Rais Syuriyah dipilih oleh 5 anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Beliau adalah Kiai Imam Mughni (ketua), HM Hayatul Islam, Kiai Moh Misbah, Kiai Mukmin Manaf, dan Kiai Musahwi.
Untuk tanfidziyah, jumlah suara pada tahap pencalonan adalah 35 suara dan menghasilkan 4 nama dengan rincian perolehan sebagai berikut. Kiai Musahwi 17 suara, Kiai Imam Mughni 6 suara, KH Hayatul Islam 4 suara, Moh Shaleh 7 suara, tidak sah 1 suara. Sesuai tata tertib dimaksud, maka diputuskan Kiai Musahwi sebagai Ketua Tanfidziyah.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan KH A Junaidi Muarif mengapresiasi panitia Musran yang berhasil melaksanakan sidang tertinggi di tingkat ranting NU. Panitia yang berusia lanjut dan muda berbaur menjadi satu kesatuan untuk menyukseskan acara ini.
“Kelancaran Musran pada sore ini adalah tanda keberhasilan pengurus masa khidmah 2023-2028. Semoga Allah memberikan pertolongan melalui perantara ghirah dan dukungan pengurus serta semua pihak yang terkait,” ucapnya saat memberi sambutan.
Sementara itu, rais terpilih Kiai Mukmin Manaf mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pengurus MWCNU, ranting, panitia Musran dan 7 Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) yang ter-SK dalam mengikuti sidang ini.
Menurutnya, kelancaran acara ini berkat adanya aliran deras muassis NU. Jika dinilai dari sisi ibadah, ia merasa tidak cukup. Keberkahan, rahman dan rahim-Nya, pengurus NU kelak di akhirat bersama guru berkat pertolongannya.
“Di periode ini, kami meminta dukungannya kendati demikian banyak tantangan. Ingat, kebaikan dan kesadaran harus dimulai dari bawah. Terbukti Musran yang awalnya terkendala dana, Allah memberikan jalan keluar,” ungkapnya.
Dirinya meyakini, pertolongan ini berkat para guru serta adanya kebersamaan pengurus yang sesuai dengan tujuan muassis.
Ketua terpilih Kiai Musahwi mengucapkan terima kasih kepada anggota musyawirin yang masih mempercayainya mengayuh roda organisasi keempat kalinya.
“Sebenarnya kami kurang pantas menjabat sebagai ketua tanfidziyah. Masih banyak kiai-kiai lainnya yang pantas mengarungi perahu ini selama 5 tahun. Ini kepercayaan besar yang diberikan musyawairin, khususnya PAR,” tuturnya.
Diketahui, usai penutupan Musran. Acara dilanjutkan dengan Maulid Nabi yang melibatkan warga NU secara keseluruhan.

