Image Slider

Kiai Hafidzi: NU Didirikan Mengikuti Peta Ulama

Ambunten, NU Online Sumenep

Kalau dicari ayatnya, memang kata Nahdlatul Ulama tidak disebutkan secara leterlek dalam Al-Qur’an, tapi jika ditelusuri dengan seksama akan kita jumpai ayat yang mengisyaratkan peran NU sebagai umat moderat.

Penegasan ini disampaikan oleh Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Hafidzi Syarbini di acara silaturahim dan penguatan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Ranting NU se-Kecamatan Ambunten, Ahad (30/01/2022) di Pondok Pesantren Buhurul Fawaid Ambunten

Wa kadzalika ja’alnaakum ummatan washatan, litakuunu syuhadaa’a ‘alannasi, wayakuna ar-rasulu ‘alaikum syahiidan. Artinya, Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan (yang adil dan pilihan), agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu,” ujarnya.

Menurutnya, Allah SWT menjadikan manusia sebagai umat penengah, yang selalu mencari titik temu diantara dua kutub ekstrem, radikal dan liberal. Bukan umat yang mencari kemenangan.

“NU beda dengan partai. Kalau partai mencari kemenangan dalam kontestasi. NU justru menjadi penengah diantara ketegangan,” tambahnya.

Maksud dari ayat tersebut, lanjutnya, menjadi saksi kasih sayang ulama pada manusia. Rasullah menjadi persaksian atas tingkah manusia, sedang ulama adalah warasatul anbiya’, pewaris para nabi. Beliau katakan bahwa perkumpulan yang banyak ulamanya adalah organisasi NU.

“Karena itu, maka bagi NU bukan hanya Ahlussunnah tapi juga wal Jamaah, agar jamaah yang banyak ini diorganinir oleh kekuatan ulama,” jelasnya.

Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu menegaskan, NU didirikan agar masyarakat bisa mengikuti nabi, sahabat, tabiin, melalui perjuangan dan peta jalannya ulama, sesuai sanad yang benar bersambung kepada baginda Rasulillah SAW.

Dijelaskan pula, ia katakan bahwa penguatan Ranting NU sangat urgen, karena ibarat pohon, ranting adalah akar dari pohon yang menjulang tinggi.

“Ibarat pepohonan, yang paling penting akar. Akar yang kuat akan menguatkan batang. Sekarang kita menyambung akar agar batang diatasnya kuat. Kalau tak ada pengurus ranting tak akan kuat batang bernama PCNU dan PBNU,” ujarnya meyakinkan pengurus yang hadir.

Terakhir ia kembali mengingatkan dawuh gurunya KH Maimun Zubair yang meminta agar NU di Madura dikuatkan.

“Kalau di Madura sudah turun agamanya, maka agama se dunia akan turun. Artinya, kata beliau, seolah Kiai Maimun ingin berkata, kalau di Madura akar ke-NU-anya di tingkat ranting sudah lemah, maka agama se dunia akan ikut lemah karena NU barometer corak keislaman se-dunia,” pungkasnya menirukan dawuh gurunya mbah Moen.

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga