Bluto, NU Online Sumenep
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto, KH Ilyasi Siraj mengimbau kepada wali santri agar mengawasi anaknya saat mengoperasikan gadget.
Pernyataan tersebut disampaikan di acara Anugerah Prestasi dan Silaturahmi Wali Santri MI, SMP, SMK dan MA Nurul Islam Karangcempaka, Ahad (31/12/202) di Aula Utama pesantren setempat.
“Banyak anak muda yang terjerat Pinjaman Online (Pinjol) dan judi online. Game online adalah titik awal dari judi online,” ujar Kiai Ilyasi dalam sambutannya.
Di balik kecanggihan teknologi itu, lanjutnya, ada mudarat yang mengintip. Beliau mengingatkan agar tidak lengah, terutama saat liburan.
“Awasi anak kita, jangan sampai terbuai video porno, game online, judi online dan Pinjol,” pintanya.
Tak hanya itu, dirinya mengajak kepada wali santri, khususnya bagi orang tua yang memiliki anak usia RA dan MI agar mengikuti program pondok transit. Karena layanannya itu akan dibimbing langsung oleh mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Nurul Islam (STIQNIS).
“Wali santri tidak perlu khawatir dan bisa beraktivitas lainnya,” tutur mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ini.
Dijelaskan, pondok transit itu tidak ada pembelajaran khusus. Mereka bisa belajar sambil bermain, makan siang bersama dan shalat berjamaah.
“Ini menjawab keluhan wali santri tentang anaknya yang ketagihan main HP. Jadi wali santri praktis cukup mengantar di waktu pagi, sore harinya santri Pondok Transit diantar ke titik pos penjemputan wilayah masing-masing,” terangnya.
Tahun depan, sambungnya, pondok transit Nurul Islam Karangcempaka akan menambah kuota. Hal itu karena banyaknya animo masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti program tersebut.
“Berkat doa dan dukungan semua pihak, kami bisa mengemban tugas berkhidmat kepada masyarakat,” pungkasnya.

