Image Slider

Konfercab Muslimat NU Sumenep Usung Kemandirian dan Kesejahteraan

Kota, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sumenep menggelar konferensi. Forum tertinggi di tubuh organisasi itu berlangsung di Gedung Korpri, Sumenep, Rabu (29/6/2022).

Sebagaimana tema yang diusung, yakni ‘Kemandirian Muslimat NU untuk Kesejahteraan Umat’, badan otonom NU yang bergerak di segmen ibu-ibu ini bertekad untuk menumbuhkan spirit kemandirian guna mewujudkan kesejahteraan ummat.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur, Nyai Hj. Masruroh Wahid, menegaskan bahwa berbagai upaya yang dilakukan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan tentu untuk kemajuan Nahdlatul Ulama.

“Karena Muslimat NU adalah banomnya Nahdlatul Ulama. Jadi kalau Muslimat NU berkiprah, punya binaan UMKM, punya koperasi, semuanya keberhasilannya untuk jam’iyah Nahdlatul Ulama menjadi lebih besar dan maju,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Nyai Hj. Dewi Khalifah menuturkan bahwa upaya untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan telah dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai ketua. Ke depan, dirinya bertekad untuk lebih mengembangkan upaya tersebut agar lebih masif. Termasuk menghidupkan 310 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU yang sudah dibentuk selama masa kepengurusan.

“Upaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan yang selama ini kita lakukan Alhamdulillah masih terus berjalan. Di bidang organisasi kita menata bagaimana Muslimat NU hidup sampai ke akar rumput,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.

Bahkan menurutnya, tengah mengupayakan pemekaran beberapa ranting yang cakupannya sangat luas. Utamanya bagi ranting yang secara letak geografis tidak bisa menjangkau keseluruhan anggotanya.

“Bahkan ada beberapa ranting yang butuh pengembangan menjadi dua ranting. Misalnya yg letak geografis jauh. Karena ada beberapa kegiatan Muslimat yang dilaksanakan malam hari, sementara ibu-ibu anggota tidak bisa hadir,” tambahnya.

Penguatan kelembagaan hingga ke tingkat ranting, menurut Nyai Eva, merupakan bagian dari upaya mengenalkan NU hingga ke kampung-kampung warga. Sebagaimana yang diharapkan Ketua PCNU Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq.

“Kami mengembangkan anak ranting di tingkatan kampung ini nyambung dg disampaikan Kiai Pandji. Agar NU dan banomnya dikenal sampai ditingkat kampung. Menjadikan kampung yang berpaham Aswaja dengan berbagai kegiatan yang bisa dilakukan. Misal bidang kesehatan melalui pos pembinaan terpadu lanjut usia,” terangnya.

Di bidang pendidikan, Wakil Bupati Sumenep itu juga tengah mengaktifkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui kejar paket A, B dan C. Bahkan dirinya berinisiatif mendirikan Rumah Al-Qur’an untuk para lansia.

“Bukan hanya untuk anak-anak. Tetapi juga untuk para wanita lanjut usia. Agar lebih baik lagi murottalnya. Juga membimbing tata cara shalat yang baik sesuai tuntunan nilai-nilai Aswaja,” paparnya.

Upaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan, oleh Nyai Eva juga melalui pengembangan ekonomi kreatif. Bersama kepengurusan lainnya, ia melakukan pendampingan ke beberapa UMKM, baik yang sudah memproduksi maupun yang masih baru merintis.

“Pendampingan ini kita lakukan mulai dari advokasi legalitas usaha hingga pengurusan MIB dan legalitas halal,” ungkapnya.

Namun demikian, di tengah upaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan itu, menurut Nyai Eva perlu ditopang dengan penguatan ideologi. Karena itu, pihaknya juga memasifkan gerakan di bidang dakwah.

“Untuk bidang dakwah, kami melakukan kerjasama dengan beberapa media sebagai penyiar dakwah kita yang dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Diketahui, Konfercab Muslimat NU Sumenep ini dihadiri oleh Ketua PCNU Sumenep, lembaga dan badan otonom di lingkungan NU Sumenep, OPD, serta kader Muslimat NU se-Kabupaten Sumenep.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga