Image Slider

KPM STITA Sumenep Laksanakan KBM di Lembaga Pendidikan Cangkreng

Lenteng, NU Online Sumenep

Guna memajukan pendidikan di Kecamatan Lenteng, peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dilakukan oleh mahasiiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni, Pandian, Tarate, melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lembaga pendidikan di Desa Cangkreng.

Diketahui, ada tiga lembaga pendidikan formal yang menjadi acuan kegiatan KPM, antara lain: Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Cangkreng, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Tanwirul Hija serta Madrasah Diniyah (MD) Khoirul Ulum.

Kepala Sekolah MTs Tanwirul Hija, Subairi mengatakan, peserta KPM STITA tidak hanya mengajar, tetapi bisa menjadi guru piket. Di saat ada kelas yang kosong, mahasiswa dapat menggantikan guru pengampu. Demikian pula menjadi pendamping di kala guru melakukan KBM.

Menurutnya, KBM tidak sekedar dijadikan tujuan dasar dalam kegiatan pengabdian. Akan tetapi target pengabdiannya adalah untuk turut serta dalam kegiatan di sebuah lembaga pendidikan. Sehingga peserta bisa berkolaborasi, berpartisipasi, ikut serta dalam memajukan kualitas pembelajaran.

“Ini sesuai dengan tujuan KPM STITA, yaitu Partisipation Ection Research (PAR),” ungkapnya.

Senada dikatakan oleh Kepala Sekolah SDN 1 Cangkreng, Riwayanto. Ia memperkenankan adik-adik KPM melakukan KBM di lembaga pemerintah dan menerapkan inivasi-inovasi baru jikalau ada metode kebaruan dalam pengajaran.

Di tempat yang berbeda, tepatnya di MD Khoirul Ulum, peserta KPM menemukan hal yang baru, karena sarana dan prasarana di sana masih menggunakan kapur tulis dan papan hitam. Temuan tersebut menjadi PR untuk di koordinasikan pada Departemen Agama (Depag) Sumenep sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap Madrasah Diniyah.

KH Syafi’i sebagai Kepala MD mengatakan bahwa bantuan dari pemerintah untuk madrasah sangat terbatas. Jadi teman-teman guru di sini lebih kepada kerja ikhlas tanpa berharap imbalan lebih.

Hingga akhir Agustus 2023, peserta KPM masih terus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga pendidikan yang telah menjadi mitra. Koordinasi ini terus berjalan, bahkan pada saatnya nanti saat kembali ke kampus. Hal ini ditegaskan oleh Kepala SMA Tanwirul KH Imam Hendriyadi, pembelajaran itu bisa datang dari mana saja.

“Berikan pengabdian terbaik agar masyarakat merasa kehilangan ketika Kalian pulang dari desa ini. Semoga peserta KPM bisa mengambil pelajaran dari guru-guru senior,” tutur Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ini.

Pewarta: Rusdi

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga