Ganding, NU Online Sumenep
Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Asy’ariyah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar) Ganding, gelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-1 dengan tajuk ‘Membentuk Insan Progresif dan Militan yang Berlandaskan Ahalussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah’, Ahad (21/11/2021) di Pondok Pesantren Raudlatul Iman Dusun Mandala Barat, Desa Gadu Barat, Ganding.
Ketua PK PMII Asy’ariyah Stidar Ganding, Moh Ghalib Bafadlal mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 hari. Terhitung dari tanggal 21-24 November 2021.
“Selama mengikuti acara ini, peserta akan menerima ragam materi, antara lain: Aswaja sebagai Manhajul Harakah, Pola dan Strategi Pengembangan PMII, Peta Gerakan Islam di Indonesia, Format Politik dan Ekonomi Indonesia, Paradigma PMII, Nahdlatun Nisa, Analisis Wacana dan Media, Ansos II dan Reksos, Teknik Loby dan Membangun Jaringan, Studi Advokasi dan Pendampingan Masyarakat, Teknik Pengelolaan Opini dan Massa, Manajemen Aksi dan Simulasi Aksi,” ungkapnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Rabu (24/11/2021).
Saat memasuki materi ke-11, yakni Teknik Pengelolaan Opini dan Massa. Dirinya berharap kepada peserta agar benar-benar menyimak materi penyajian yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Sumenep.
“Penyajian semacam ini sangat baik bagi warga pergerakan untuk membuat narasi-narasi positif di media sosial. Diakui atau tidak, tantangan kita ke depan akan lebih banyak lagi untuk kita lawan dengan membuat narasi positif di era 5.0,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia mengajak untuk membackup kembali narasi-narasi provokatif dan harus ditutupi dengan konten positif. Dirinya menyadari bahwa ghazwul fikr harus digalakkan di media guna membendung propaganda.
“Pasca PKD, kami berharap pada peserta untuk merintis media atau pusat informasi, walaupun bentuknya sederhana. Ayo bangkit, kami yakin kalian bisa dan kami siap memberikan solusi saat ada kendala di kemudian hari,” pintanya.

