Gapura, NU Online Sumenep
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Posko 17 Desa Longos, Kecamatan Gapura, melakukan kunjungan ke Dusun Kote dengan didampingi perangkat desa setempat pada Jum’at (19/09/2025). Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga melibatkan mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi dan pengrajin lokal.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa KKN meninjau proses pembuatan berbagai kerajinan, mulai dari pembuatan tikar berbahan daun siwalan, kerajinan kayu, hingga pembuatan gula siwalan. Mereka aktif bertanya mengenai tahapan produksi, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, dan pemasaran.Tidak lupa mereka juga menggali informasi mengenai potensi dan nilai ekonomis yang diperoleh para pengrajin dari hasil kerajinan tersebut.
Diskusi berlangsung hangat, karena para pengrajin terbuka menceritakan pengalaman mereka, termasuk tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlangsungan usaha tradisional ini. Menariknya tempat para pengrajin berada di dalam gua, alasannya karena cuaca dapat mempengaruhi hasil pembuatan tikar.
“Kami ingin mengetahui lebih dalam bagaimana masyarakat bisa mengolah hasil alam menjadi produk bernilai jual. Ternyata, banyak sekali potensi ekonomi desa yang bisa dikembangkan di Dusun Kote,” ujar salah satu mahasiswa KKN.
Sementara itu, Junaidi, perangkat desa yang turut mendampingi menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN. “Kami sangat senang karena mahasiswa mau terjun langsung dan berdialog dengan warga. Semoga kunjungan ini bisa memberi semangat baru bagi pengrajin,” ungkapnya.
Seorang pengrajin tikar daun siwalan juga menyampaikan kesannya. Ia merasa sangat diperhatikan. “Selama ini kami bekerja seadanya, tapi dengan adanya mahasiswa yang datang, kami berharap kerajinan kami bisa lebih dikenal dan hasilnya bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa KKN berharap dapat menambah wawasan sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan potensi lokal. Bagi masyarakat Dusun Kote, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan untuk memperkenalkan hasil kerajinan mereka ke lingkup yang lebih luas. “Kearifan lokal ini harus tetap dilestarikan,” pungkas salah satu peserta KKN.
Editor: Ach Khalilurrahman

