Gapura, NU Online Sumenep
Gerakan penguatan ekonomi kerakyatan terus digalakkan oleh Nahdlatul Ulama (NU), baik secara kelembagaan maupun perorangan. Seperti yang dilakukan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura. Baru saja meresmikan aplikasi marketplace Niagari dan Rumah Niaga, Kamis (28/10/2021).
Peresmian yang berlangsung di Aula Aswaja MWCNU setempat itu menjadi angin segar bagi kebangkitan ekonomi rakyat di tengah gempuran dan jajahan produk luar yang banyak tersedia di berbagai lini kehidupan. Hal tersebut ditegaskan Kiai Zainul Hasan, Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep saat memberikan sambutan sekaligus meresmikan.
“Di tengah gempuran kapitalisme yang mencekik masyarakat, Niagari justru hadir melakukan penbelaan. Dengan gerakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Niagari dan Rumah Niaga merupakan gerakan riil untuk bangkit dari keterjajahan produk luar. Tentu dengan mengangkat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
MWCNU Gapura, menurut Kiai Hasan, sejak awal selalu ambil peran dalam pengembangan ekonomi. Melalui LPNU, 17 tahun yang silam mendirikan Baitul Maal Wa at-Tamwil (BMT) Nuansa Umat yang saat sudah sampai di level Jawa Timur. Hari ini kembali terulang, dengan hadirnya Niagari, untuk melakukan pembelaan terhadap masyarakat di akar rumput.
“Terus terang kami sangat salut gerakan ekonomi yang dilakukan NU Gapura. Dimulai dari BMT NU, sampai sekarang ada Niagari. Di tengah kuatnya pengaruh kapitalisme, LPNU hadir dengan Niagari-nya dengan mempromosikan produk-produk lokal,” imbuhnya.
Ketua MWCNU Gapura, Kiai Moh. Alwi menyampaikan terima kasih atas upaya yang dilakukan LPNU untuk menjawab tantangan perkembangan zaman. Menurut beliau, manfaat keberadaan Niagari nantinya akan dirasakan oleh generasi penerus di masa mendatang.
“Saya pribadi sudah ketinggalan. Tetapi kita harus siap memberikan solusi dan akses untuk anak-anak kita. Agar nanti manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia pun berharap, ke depan Niagari terus menjalin kerjasama dengan beberapa elemen. Sebab menurut beliau, dengan dukungan dari pihak lain, akan lebih memaksimalkan peran dalam mengangkat ekonomi kerakyatan.
“Sekali lagi terimakasih kepada LPNU semoga peresmian ini diridhai oleh Allah SWT. Amin,” tandasnya.
Sebagai pihak perantara yang mengakomodasi pihak penjual dan pihak pembeli di dunia maya, Niagari berkomitmen untuk mengangkat produk lokal agar pemasarannya lebih luas. Terbukti beberapa produk sudah terjual ke berbagai daerah di luar Madura.
Karena itu, Muhammad Luthfi, Sekretaris LPNU MWCNU Gapura bertekad akan menfokuskan pemasaran untuk produk-produk lokal. Dirinya pun meyakini, apa yang ia lakukan bersama tim lainnya mampu memerangi jajahan ekonomi dari pihak luar.
“Mudah-mudahan dg adanya Niagari, kita mampu memberikan kekuatan ekonomis di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Sejauh ini, pengguna aplikasi Niagari sudah mencapai 100 orang. Didominasi oleh pelajar NU. “Karena memang mereka, generasi Z, yang akan menikmati manfaat aplikasi ini di masa depan,” terangnya.
Sebanyak 57 produk lokal sudah tersedia. Mulai dari makanan, ramuan herbal kesehatan, hingga kebutuhan pokok lainnya. Untuk memudahkan transaksi, ia meminta kepada seluruh Nahdliyin untuk mengunduh aplikasi Niagari di Google Play Store.
“Silahkan pesan melalui Niagari, semua produk ada yang sudah ready, ada pula yang PO (Pree Order),” pungkasnya.
Hadir dalam acara peluncuran Marketplace Niagari dan Rumah Niaga, Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai A. Dardiri Zubairi, Sekretaris PCNU Sumenep, Kiai Zainul Hasan, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Kiai Qumri Rahman, Rais MWCNU Gapura, Kiai Murtadi Fadlail, Ketua MWCNU Gapura, Kiai Moh. Alwi, lembaga dan pimpinan badan otonom (banom).
Proses peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Sekretaris PCNU Sumenep, didampingi jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Gapura.
Editor: Ibnu Abbas

