Image Slider

Menaja SDA untuk Rakyat, Harapan PCNU di Hari Jadi Sumenep ke-752

Kota, NU Online Sumenep
Di momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-752, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai A. Dardiri Zubairi kembali menegaskan agar Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah-ruah dimanfaatkan untuk kemaslahatan rakyat. Dengan tetap mempertimbangkan dampak sosial ekologisnya.

“SDA itu ya untuk kemaslahatan rakyat. Terutama yang tersembunyi di dasar bumi. Jika berbahaya, merusak alam dan lingkungan serta berdampak luas dan massif bagi warga ya gak perlu dieksploitasi. Jadi jika mau mendayagunakan SDA ya harus dihitung dampak sosial ekologisnya, aspek budayanya, dan seterusnya,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep.

Kabupaten dengan ratusan gugusan pulau ini memiliki potensi yang besar di bidang SDA-nya. Meski begitu, Kiai Dardiri meminta, jangan hanya melihat keuntungan profitnya saja. Melainkan juga nilai kemanfaatannya untuk masyarakat, lebih-lebih dampak lingkungannya.

“Jangan cuma menghitung keuntungan ekonomi saja, apalagi nanti hasilnya cuma muter muter di kalangan tertentu,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, menurut beliau perlu melibatkan pihak pondok pesantren dalam rangka merumuskan langkah-langkah strategis pendayagunaan SDA agar benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Tidak untuk kalangan tertentu. “Nah, soal ini ajak semua lapisan masyarakat termasuk santri untuk membahasnya,” lanjutnya.

Bagi Kiai Dardiri, pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Sumenep tidak disandarkan kepada kepentingan rakyat. Hal itu terbukti dengan banyaknya investasi masuk tetapi justru mengganggu ruang hidup rakyat. Seperti pembangunan di pesisir pantai, pembangunan bandara, rencana pembangunan hotel berbintang, dan pembangunan pariwisata yang tidak berbasis warga.

“Saya melihat Sumenep itu dibangun tanpa roadmap, dan belum jelas untuk siapakah pembangunan itu? Nampaknya perlu ada komitmen dan keberpihakan yang kuat dari pemkab untuk menggeser kebijakan agar lebih berpihak sama orang-orang kecil,” tegasnya.

Maka, diusianya yang tak lagi muda, Kabupaten Sumenep menurut beliau harus dibangun bersama-sama, untuk mencapai tujuan bersama pula. Kerahkan seluruh kebijakan dan sumber daya, termasuk anggaran, untuk kemaslahatan rakyat. Utamanya petani kecil, buruh tani, nelayan kecil, buruh nelayan, buruh industri, pedagang kecil, orang-orang terlantar dan kaum mustadh’afin lainnya.

“Berikan kemudahan akses bagi mereka dan jangan renggut ruang hidup mereka,” pungkasnya.

Tidak hanya Kiai Dardiri, Kiai Muhammad Chalili, Wakil Ketua PCNU Sumenep juga mengatakan hal senada. Bahwa fakta yang terjadi di lapangan pemanfaatan SDA tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat yang seharusnya menjadi tujuan bersama.

“Maka ke depan pengelolaan SDA harus mempertimbangkan masa depan generasi penerus. Dalam arti, harus dikelola dengan tanpa merusak lingkungan. Jangan sampai bohongi rakyat dengan alasan meningkatkan kesejahteraan, tetapi sebenarnya malah merusak,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga