Kota, NU Online Sumenep
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH A Pandji Taufiq menegaskan bahwa tidak hanya penggalangan donasi yang dilakukan oleh NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) untuk rakyat Palestina. Ada pula gerakan batin yang dilakukan oleh seluruh pengurus NU di semua tingkatan.
“Gerakan peduli Palestina bagian dari instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sedangkan instruksi dari PCNU berbentuk istighotsah, membaca ribuan shalawat Nariyah dan surat Al-Fil yang dibaca secara serentak di masing-masing kecamatan dan desa,” ujarnya kepada NU Online Sumenep, Sabtu (04/11/2023).
Pembacaan istighotsah, shalawat Nariyah dan surat Al-Fil dibaca saat momen Hari Santri 2023. Sedangkan penggalangan donasi terus digulirkan, baik di pesantren, madrasah, masjid, mushala dan acara kemasyarakatan lainnya.
“Dengan doa tersebut, saudara-saudara kita di Palestina yang wafat, bahagia disisi Allah SWT. Sedangkan yang tertindas, mudah-mudahan diberikan kekuatan dan kemenangan oleh Allah SWT,” doanya.
Menyoal kiai khas yang hadir di acara Puncak Hari Santri 2023 di gedung Graha Adi Poday kemarin, lanjutnya, pihaknya menghadkirkan ke mimbar tersebut agar santri dapat ngamri barakah dan santri bisa menjalin silaturrahim dengan masyayikh serta hubungan ruhnya tambah kokoh dan konkrit.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini menyengaja mengundang seluruh pengasuh pesantren se-Sumenep dan melibatkan seluruh warga NU. Karena hakikat santri adalah penyematan santri tersebut tidak hanya dimiliki oleh person yang pernah mengenyam ilmu pengetahuan dan keagamaan di pesantren. Melainkan individu yang berupaya meniru akhlaknya Nabi Muhammad SAW.
“Pesan kami pada Nahdliyin, terus pupuk ukhuwah An-Nahdiyah agar kita lebih tenang saat menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti. Kedamaian dan harmoni Sumenep akan terwujud jika warga Sumenep menjaga ukhuwah antar sesama,” tandasnya.
Editor: Fahri Farghiz

