Ganding, NU Online Sumenep
10 November merupakan Hari Pahlawan yang menjadi hari nasional. Untuk mengenang jasa pahlawan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bekerjasama dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ganding, menggelar Doa bersama dan Pemutaran Film ‘Merah Putih’. Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudhatul Iman, Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Selasa (10/11/2020) malam.
Hadir dalam acara ini K. Ali Mufti Hamid dan K. Sahli Hamid yang merupakan Pengasuh dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Iman, serta seluruh jajaran dewan pengasuh yang lain. Turut hadir pula Ketua MWCNU Ganding, Ketua PAC GP Ansor Ganding, dan Ketua IKA-PMII Ganding. Selain itu, juga hadir jajaran Pengurus Komisariat (PK) STIDAR, Pengurus OSIS Raudhatul Iman, dan seluruh santri pesantren setempat.
Dalam sambutannya, Nida Emilia Dusturia mengatakan, bahwa dari acara ini diharapkan akan ada tindak lanjut terkait sinergitas antar banom Nahdlatul Ulama (NU) yang ada di Kecamatan Ganding.
“Karena memang PMII sendiri berikhtiar untuk membantu IPNU-IPPNU dalam hal kaderisasi, sehingga pelajar-pelajar NU dapat bergabung bersama,” ujar perempuan yang juga koordinator sinergi PMII dan IPNU-IPPNU Kecamatan Ganding ini.
Mahasiswi semester akhir INSTIK Annuqayah Guluk-Guluk ini merasa senang dan bangga atas terlaksananya acara ini. Mengingat, rentetan acara ini terselenggara atas hasil kolaborasi dan sinergi keluarga besar NU, yakni PMII dan IPNU-IPPNU serta banom yang lain.
“Diharapkan, akan ada lagi sinergi serupa dalam keluarga besar NU ini, untuk kemudian merangkul masyarakat, khususnya kader muda NU di Kecamatan Ganding,” pungkasnya.
Sesuai pemutaran film, dalam acara ini juga dilaksanakan bedah film, dengan menghadirkan Lora Zainur Ridha sebagai pemantik. Ia menyebutkan, bahwa film Merah Putih merupakan salah satu film perjuangan yang dimaksudkan untuk membangun kecintaan bagi siswa dan siswi terhadap bangsa Indonesia.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee ini pun menambahkan, bahwa film ini juga sebagai bentuk penyemangat kepada kaum milenial untuk terus meningkatkan daya intelektualnya.
“Terakhir, film ini untuk membangun semangat dan memupuk kecintaan kita terhadap tanah air Indonesia,” pungkas kader PMII Yogyakarta ini.
Kontributor: Nida Emilia Dusturia
Editor: A. Habiburrahman

