Giliraja, NU Online Sumenep
Tepat hari Rabu (24/02/2021) kemarin, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) telah berusia 67 tahun. Satu momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) IPNU hal ini dirayakan secara sederhana oleh pelajar NU Giliraja, yakni dengan menggelar istighatsah. Kegiatan ini bertempat di Pondok Pesantren As-Sa’eyah, Desa Jate, Giliraja, Sumenep.
Bertindak memimpin jalannya istighatsah K. Moh. Adam, Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giliraja. Sebelum istighatsah dimulai, K. Adam, sapaan akrabnya, berharap kepada santri atau pelajar Giliraja agar tekun belajar dan terus merawat serta memelihara amaliyah an-nahdliyah.
“Rajinlah belajar. Jadilah pelajar yang inovatif dan mengamalkan tradisi amaliyah NU yang diwariskan oleh para guru kita serta ulama salafus shalih, khususnya para muassis NU,” tegasnya.
Sementara Ustadz Ach. Fauzan menyatakan dalam sambutannya, bahwa tanggal 24 Februari adalah momentum bersejarah bagi berdirinya IPNU, sebuah organisasi pelajar NU yang didirikan pada awal-awal kemerdekaan.
“Pagi ini, 24 Februari adalah peristiwa bersejarah bagi para pelajar NU. Organisasi IPNU didirikan pada tanggal 24 Februari 1954 silam, dan dinakhodai oleh K.M. Tholhah Mansoer. Kita para pelajar patut bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada para muassis IPNU. Hari ini pula kita mengenang, mendoakan, dan meneladani perjuangan mereka dalam melakukan dakwah Islam Rahmatan lil ‘Alamin ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ucapnya.
Setelah istighatsah dan doa bersama usai, acara dilanjutkan dengan pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Giliraja. Sebelumnya, IPNU di Giliraja belum pernah terbentuk setelah adanya pemekaran MWCNU atau setelah lepas dari MWCNU Giligenting.
Pembentukan sekaligus pemilihan ketua PAC IPNU Giliraja dipimpin oleh Ustadz Abu Zairi. Dalam suksesi pemilihan ketua PAC IPNU Giliraja ini, Beni Arisandi terpilih secara aklamasi untuk menakhodai PAC IPNU Giliraja. Pelajar Madrasah Aliyah (MA) As-Sa’eyah itu dipercaya memimpin PAC IPNU setempat selama dua tahun ke depan.
Pewarta: Kurdianto Al Laily
Editor: A. Habiburrahman

