Image Slider

PMII Guluk-Guluk Bedah Buku ‘Rebutan Lahan di Pesisir Pantai Sumenep’

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Guluk-Guluk menggelar bedah buku ‘Rebutan Lahan  di Pesisir Pantai Sumenep’ di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Kamis (23/9/2021).

Hadir pada kesempatan itu, Matroni Muserang dan Muhammad Rifai selaku pembedah. Sementara pembanding Kiai Muhammad Affan. Acara dipandu oleh Ainun Sholeh sebagai moderator.

Matroni Muserang sebagai salah satu penulis dalam buku tersebut memulainya dengan memberikan kerlipan tulisannya. Yakni, orang yang tidak mampu merdu suara dan indahnya notasi musik, maka adanya sama dengan tidak ada. Sekalipun hidup, dia sebenarnya mati.

“Maka tugas para sastrawan sekarang bukan hanya menulis tentang yang fiksi saja, tetapi harus mampu menyadarkan dan merangkul masyarakat agar tanah di Sumenep ini aman dari investor,” ujar pria yang kini menjadi Kontributor NU Online Sumenep.

Kemdian Muhammad Rifki sebagai pembedah kedua menyampaikan argumennya, pesantren juga bertanggung jawab atas kehidupan masyarakat baik dari ekonomi dan lainnya. Karena lahirnya pesantren tak lepas dari usaha dan upaya masyarakat itu sendiri.

Untuk menyimpulkan dari dua pembedah tadi, Kiai Muhammad Affan sebagai pembanding mengungkapkan bahwa, sebenarnya yang diungkapkan oleh pembedah itu sedikit berbeda, tetapi tujuannya sama yaitu untuk menyadarkan masyarakat Sumenep khususnya yang sekarang kurang lebih 500 Hacktar sudah terjual kepada orang asing.

“Mereka mempunyai kepentingan pribadi,” sergah pengurus Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Sumenep itu.

Acara diparipurnai dengan pemberian cinderamata kepada kedua pembedah dan pembanding.

Pewarta: Faiki

Editor: Firdausi

 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga