Image Slider

Puisi-puisi M. Rifdal Ais Annafis

Kepada Kau yang Kafka

Akhirnya, seseorang akan membaca langit sebagai kutukan
setelah tiba-tiba diputuskan kekasih dan maut tak sampai-sampai
dan seseorang itu kemudian sadar dan hari mengetuk pintu
dan bibir tiba-tiba sepat dan celana kehilangan nafas dan
dapur kehilangan harum rempah dan seseorang menagih
hutang dan rumah sakit menutup hidup dan burung-burung
kehilangan pohon dan ia meringkuk sendirian di pojok kamar
sebab kelaparan lalu berdalih untuk mengutuk diri sendiri

“Sialan kau cinta” lalu matanya memelas, “aku mengenaskan
tetapi hidup masih terus berjalan” lalu ia ingin terlelap tetapi
berkata, “bawa semua rindu dan penyesalan ini untukmu saja.
Aku tak butuh”

 Sumenep, 2021

Setelah Lakon “Mahomet” di Panggungkan

Malam yang gerimis, seorang pria menghapus makeup
di rabanya dagu lancip lalu, “kami tergerak menimbang maut.”
Panggung yang asing, setelah babak terakhir reda
langit mengerjap pada properti tempat gantung

Ia masih mengenakan kain renda ungu, tetapi sebuah
kapak memeluk tangannya. Mengetuk tulang-tulangnya.
tak selesai landai lagu-lagu seorang Lilie merdu di udara

“Kami” celetuk lainnya, “akan tua dengan ribuan kesedihan.”
Zopire lain memukul-mukul kepala yang mulai pucat, kemudian,
ia seperti memandang tembok pekat, menyerupa kobaran api
ketakutan akan selalu bekerja dengan cara apapun, sepakat mereka

Sumenep, 2021 

Pada 02:15 AM

 “Tentu saja ini sudah larut.”
Begitu saja kita ulang percakapan yang hendak dinyalakan
sebuah lagu berdiri, seperti ketakutan. –agaknya maut tiba

“Aku tak ingin keluar.”
Dengan ritme sederhana, kita mulai menyanyikan lagu sendiri
kembali memetik senar gitar yang sumbang, –seperti kebodohan

“Kita ingin berpelukan.”
Setelah dingin menyentuh tubuh, kita menarik selimut yang birahi
tetapi jarak tak selesai-selesai membaca tanda, –seperti kerinduan.

Sumenep, 2021

Biodata Penulis

*M. Rifdal Ais Annafis, Lahir di Sumenep 16 Pebruari 2001. Bergiat di Prosa Pend. Bahasa & Sastra Indonesia Univ. PGRI Yogyakarta. Buku kumpulan puisinya, Artefak Kota-kota di Kepala (2021) dulunya aktif di Ponpes Annuqayah. Tulisannya tersebar di media lokal, nasional, maupun manca Negara. Bisa di hubungi Via: Whassapp: 081234452920. Instagram: @m.rifdalaisannafis

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga