Lenteng, NU Online Sumenep
Pada kisaran bulan November tahun 2020 yang lalu, Ahmad Faidal diundang untuk melakukan kalibrasi arah kiblat Masjid Riyadul Jannah di sebelah timurnya pasar Kapedi, Bluto.
“Waktu itu kami diundang bersama mantan Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep, almarhum Muhammad Husien,” kenang Koordinator Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep kepada NU Online Sumenep, Kamis (07/04/2022) di kediamannya, Ellak Laok, Lenteng.
Pengurus Bidang Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep ini menjelaskan, pada saat pengukuran, terjadi kejanggalan karena media yang dijadikan media pengukur menggunakan beberapa Kompas Magnetik.
“Saat itu kompas yg satu dengan yang lain terjadi ketidak akuratan, sehingga antara kami dan pengurus takmir masjid terjadi pedebatan,” jelas alumni Pascasarjana Universitas Sunan Giri Surabaya itu.
Lantas, ia menerangkan, saat itu dirinya mengambil dua Kompas Magnetik dan dikomparasikan untuk menentukan titik utara sejatinya dengan memperhatikan nilai variasi magnetis kompas yang ada di daerah Kapedi saat itu.
“Akhirnya, setelah melakukan beberapa pengecekan, telah selesai pengukuran arah di masjid Riyadul Jannah. Ternyata, posisi masjid itu terlalu serong ke utara kisaran 7 derajat. Lalu kami langsung pamit kepada beberapa takmir yang hadir kala itu, dan bergegas untuk pulang,” lanjut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk itu.
Dari pengakuannya, semenjak dalam perjalanan pulang, ia dihantui perdebatan dengan para takmir yang ada di masjid itu. Sehingga terlintas di dalam benak dan muncul beberapa pertanyaan tentang bagaimana caranya membuat media pengukur arah kiblat yg sekiranya lebih praktis dan lebih meyakinkan pada masyarakat.
Dosen Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini menyatakan, setibanya di rumah, saat itu ia teringat dengan Bencet KH Ahmad Basyir AS yang saat itu digunakan mengoreksi waktu istiwak untuk menentukan titik utara sejati saat mengukur arah kiblat mushalla Instika Guluk-Guluk.
“Dari itu, kami berencana untuk membuat alat Bencet seperti miliknya KH Ahmad Basyir AS. Selain mengoreksi waktu istiwak bisa juga digunakan pula untuk mengukur arah kiblat,” ungkapnya.
Diceritakan pula, setelah rencana itu sudah matang dan mantap dalam hatinya, ia langsung membuat alat itu dengan satu piringan dan ditambah dengan tongkat gnomon. “Fungsinya dapat mengoreksi posisi azimut bayang matahari untuk bisa mencari posisi arah kiblat dan mengoreksi waktu istiwak,” lanjutnya.
Setelah itu, alat itu ia beri nama Qibla Finder (Pelacak Arah kiblat) dan Istiwa Corrector (Pengoreksi Waktu Istiwak) yang disingkat menjadi Qiswa. “Sedangkan kata Portablenya, diberikan karena alat itu bisa ditempatkan di manapun dan tidak harus diletakkan di satu lokasi,” ungkap Faidal.
Di samping itu, Ketua Dewan Konsultan Keluarga Alumni Falak Annuqayah (KAFA) Guluk-Guluk ini menambahkan, sosok KH Ahmad Basyir AS bukan hanya alim dalam kitab-kitab tafsir saja.
“Tetapi beliau adalah sosok ulama yang sangat memperhatikan ilmu Falak dalam masa hidup beliau. Terbukti Kiai Basyir memiliki ragam catatan yang berkaitan dengan jadwal waktu shalat istiwak, dan Bencet yang terbuat dari Batu Marmer,” tambahnya.
Di sisi yang lain, sambung Faidal, saat masih hidup, sangat antusias untuk mengukur arah kiblat sarana ibadah yang akan dibangun disekitar Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk. “Demikian juga Kiai Basyir selalu mengukur arah-arah kiblat makam yang ada di sekitar Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk,” katanya.
Kemudian, ia meneruskan tentang langkah-langkah untuk mengukur arah kiblat dan jam istiwak menggunakan Qiswa Portable (QP) ini.
“Posisikan alat ini di lokasi yang tersinari matahari, memperhatikan nilai azimut bayang matahari yang ada di aplikasinya, perhatikan nilai posisi arah kiblat di lokasi yang akan ditentukan arah kiblatnya di lokasi, dan lakukan pengukuran dengan seksama,” terusnya.
“Jika sekiranya alat ini akan digunakan untuk mengukur arah kiblat di dalam ruangan, upayakan alat ini diperhatikan posisi jarum kompasnya. Saat alat ini digunakan di luar ruangan dengan bantuan sinar matahari, maka bisa mengoreksi nilai variasi magnetis kompas di lokasi,” sambungnya.
Dewan Konsultan Lajnah Falakiyah Annuqayah Guluk-Guluk itu juga mengungkapkan, langkah-langkah untuk mengukur waktu istiwak.
“Posisikan alat ini sesuai degan arah sejati dan perhatikan posisi bayangan matahari saat ia akan istiwak. Ketika posisi bayangan ujung tongkat berhimpit dengan garis utara-selatan, maka saat itu terjadi perisitiwa istiwak di lokasi bersangkutan,” terangnya.
Menurutnya, Alat QP ini sudah direkomendasikan oleh berbagai kalangan terutama para akademisi dan praktisi ilmu Falak.
“Rekomendasi datang dari Guru Besar Astronomi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Susiknan Azhari, Djarot Iswanto dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya, KH Ah Mutam Muchtar selaku Dosen Instika Guluk-Guluk, KH Mohammad Hosnan sebagai Wakil Rektor II Instika Guluk-Guluk, Miftahul Jannah salaku Mahasiswa Prodi Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, H Shadiq selaku Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, dan H Zainur Rosi sebagai Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Sumenep,” ungkapnya.
Lalu, alat QP ini sudah dipublikasikan ke khalayak kisaran dari bulan Januari tahun 2021 dan telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. “Alhamdulillah alat yang kami buat sudah tersebar ke daerah di Indonesia. Mulai dari Kepulauan Riau, Lampung Timur, Sumatera Barat, Jakarta, Banten, Ngawi, Surabaya, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan,” tuturnya sambil memperlihatkan alatnya.
Di akhir penyampaiannya, ia membeberkan perbedaan antara QP desain lama dan terbaru. “QP dengan desain lama hanya satu piringan dan tongkat gnomon. Sedangkan perkembangan QP untuk desain yang terbaru yaitu alatnya memiliki dua piringan, disertai Tripot dan Waterpass, Kompas Magnetis, Aplikasi VBA MS Excel dan Android, serta bisa digunakan untuk mengoreksi waktu shalat Dhuhur dan Ashar,” tegasnya.
“Untuk para Nahdliyyin, bisa memesan alat QP ini melalui contact person (CP) +62 852-3129-6268, Via Shopee, Facebook, Messenger, dan WhatsApp,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

