Image Slider

Qori Cilik Sejuta Prestasi, Tampil Memukau di Acara 1 Abad NU Pragaan

Pragaan, NU Online Sumenep

Gema Tilawatil Qur’an menjadi salah satu rangkaian acara pada peringatan Isra’ mi’raj  dan 1 Abad NU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan Ahad (19/2/2023) dengan menampilkan Qori’ Cilik bernama Moh Romirrohman.

Romi, panggilan akrabnya tampil di hadapan kiai dan warga NU dengan membacakan potongan Surat Al-Anbiya’ dan Al-Isra’. Dengan suara merdunya, ia berhasil memukau dan membius perhatian para hadirin.

Riuh tepuk tangan dan seruan kekaguman tak henti-henti mengalir dari lisan Nahdliyin. Bahkan KH A Junaidi Muarif selaku Ketua MWCNU Pragaan menggendong Romi ketika hendak turun dari panggung.

“Terimakasih kepada Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Pragaan yang terus menggali potensi dan melahirkan seorang Qori cilik bernama Moh Romirrohman yang barusan tampil. Semoga ananda Romi ilmunya manfaat dan barakah,” ucap beliau saat sambutan.

Qori Cilik Sejuta Prestasi

Moh Romirrohman adalah putra pertama dari tiga bersaudara yang lahir di Desa Sentol Daya, sepuluh tahun yang lalu. Ayahnya bernama Shalehuddin Abrori, pria asal Pamekasan yang juga seorang Qori. Kini ia sedang menempuh pendidikan sebagai siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Meski terbilang muda, Romi ternyata sudah memiliki jam terbang dan prestasi yang luar biasa. Selain diundang dalam berbagai acara, ia juga telah mengikuti sejumlah ajang perlombaan. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan sampai ke level provinsi.

“Moh Romirrohman sudah tiga kali meraih juara satu dalam acara Pekan Rajabiyah yang biasa diadakan oleh MWCNU Pragaan. Ia juga meraih juara dua pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat MI di Sumenep dan juara satu seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten,” tutur Ustadz Shaleh, sang ayahanda.

Tak hanya itu, Romirrohman ternyata pernah menjadi duta peserta MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur di Pamekasan pada tahun 2021 yang lalu. Dan pada Oktober nanti, dia dipercaya untuk mewakili Sumenep pada ajang MTQ ke-30 yang akan digelar di Pasuruan.

Berbicara tentang proses, lanjutnya, Romirrohman ternyata belajar Qori langsung kepada ayahnya sejak usia 6 tahun. Berbagai macam jenis latihan ia jalani, mulai dari fisik, pernapasan, dan ilmu qiraat hingga akhirnya bisa seperti sekarang.

“Kepada seluruh masyayikh NU, kami mohon doa semoga putra kami dapat melanjutkan perjuangan ulama ahli Qurra’ terdahulu. Menjadi pribadi yang sukses dan berguna bagi agama, bangsa, dan negara, terutama untuk Nahdlatul Ulama,” harapnya.

Editor: Firdausi
ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga