Image Slider

Rais ‘Aam PBNU Terima Cenderamata Keris dari Pesantren Nurul Islam Bluto

Bluto, NU Online Sumenep

Klaim United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kepada Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris memang tidaklah berlebihan. Mengingat keris menjadi kebudayaan warga lokal dan akrab sekali dengan benda pusaka.

Pada hari Senin (1/3/2021) keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Kecamatan Bluto, Sumenep, yang diwakili oleh KH Ilyasi Siraj memberikan cenderamata berbentuk keris kepada KH Miftachul Akhyar selaku Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keris tersebut ia serahkan langsung pada acara Resepsi Hari Lahir (Harlah) NU ke-98 dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, masa khidmat 2020-2025.

KH Ilyasi Siraj menyatakan, pihak pesantren sengaja memberikan kenang-kenangan keris kepada Rais ‘Aam PBNU dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa Kabupaten Sumenep memiliki ratusan empu yang hingga kini menekuni profesinya.

“Kurang lebih, ada 554 empu yang istiqamah membuat beragam-ragam keris. Mereka ini mayoritas terpusat di Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi,” ujar Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto.

Mustasyar PCNU Sumenep tersebut menambahkan, bahwa Kabupaten Sumenep hampir sama dengan Solo, Bali, dan Yogyakarta yang tidak sepi dengan kunjungan para wisatawan, pelancong, dan peneliti yang ingin mendalami kesenian tradisional ini alias cara menempa besi kuno.

“Kami selaku tuan rumah mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kehadiran Rais ‘Aam PBNU di pesantren kami,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga