Image Slider

Refleksi Kemerdekaan RI, PKC PMII Jatim: Bangsa Tidak Sepenuhnya Merdeka

Ganding, NU Online Sumenep

Moh Faiq, salah satu Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim mengatakan, bangsa Indonesia tidak sepenuhnya merdeka, artinya kedaulatan bagi rakyat berdiri di tanah sendiri belum dikuasai oleh rakyat Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan saat mengisi acara dialog kepemudaan dengan tema “78 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemuda Desa Bisa Apa?”. Acara tersebut dihelat oleh Karang Taruna Rampak Saghara Gadu Barat, Ganding, Senin (19/08/2023).

Mantan Ketua Komisariat PMII Guluk-Guluk ini memberikan contoh kondisi negara Indonesia dalam sektor agrararia. Ia mengutarakan, amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, alam yang dikuasai oleh negara tidak sepenuhnya di peruntukkan kepentingan rakyat, justru kepentingan korporat.

“Perayaan kemerdekaan yang dilangsungkan dengan gegap gempita setiap tahunnya, dilakukan tanpa melihat realitas yang ada,” ungkapnya saat menyampaikan makna kemerdekaan kepada audien.

“Semakin ke sini justru kekayaan Indonesia sering diobral kepada para pemodal, baik lokal ataupun global. Sehingga pemaknaan tanah kekayaan Republik Indonesia hanya dijadikan komoditi komersial sehingga tanah kehilangan fungsi sosial” paparnya menjelaskan realitas sosial negara Indonesia.

M Shohir, Ketua PC HMI Sumenep yang didaulat sebagai pemantik kedua menuturkan bahwa tugas utama seorang pemuda adalah belajar. Tanpa belajar tidak akan bisa menjadi agen of change, agen of social control dan agen-agen lainnya.

“Belajarlah sesuai dengan bidangnya, seperti memulainya dari yang kecil. Sebut saja menganalisa persoalan yang paling sentral di desa” pintanya kepada audien.

“Ketika pemuda berkumpul, pasti ada yang didiskusikan. Bila pembahasannya selesai, langkah selanjutnya adalah gerakan,” harapnya.

Hasan Ma’ali, Ketua Karang Taruna mengharap kepada anggotanya agar ke depan bisa lebih maksimal dan produktif dalam merealisasikan program di setiap bidang.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya bicara tentang Agustusan, tapi benar-benar ditelorkan oleh teman teman, bahwa semangat yang dicontohkan oleh founding father Indonesia Soekarno, Moh Hatta itu bisa menjadi ruh,” ucapnya saat menstimulus pemuda.

Acara diskusi yang bertempat di Warung Dayat Dusun Somber tersebut dihadiri oleh anggota karang taruna sendiri serta Pengurus BEM STIDAR dan Pemuda Desa Somber sebagai pathnership kegiatan.

Pewarta: Dhani
Editor: Firdausi
ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga