Image Slider

RMINU Sumenep Bekali Santri Keterampilan Konseling

Bluto, NU Online Sumenep
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Pelatihan Konselor Santri dan Peluncuran Layanan Konseling Pesantren, Ahad (24/10/2021). Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka melakukan pembaruan dalam proses pelayanan pendidikan di dunia pesantren. Termasuk dalam hal mencetak kader konselor sebagai wadah mencurahkan segala persoalan yang dialami santri. Sehingga segala persoalan yang dialami santri dapat terurai dengan baik. Pun juga dapat memetakkan potensi yang dimiliki masing-masing santri.

Ketua RMINU PCNU Sumenep, Kiai Ubaidillah Tsabit mengatakan, pelayanan yang penting untuk para santri adalah pelayanan konseling. Tentunya, konseling yang mampu mengangkat kearifan lokal pesantren, sebagai wadah bagi santri untuk mencurahkan perasaannya, dalam arti lain saling berbagi pendapat.

“Sehingga santri memiliki tempat dan orang-orang yang bisa mendengarkan masalahnya, mendengarkan keluh kesahnya, serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan sosial emosional santri dalam bentuk yang terpercaya,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep.

Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep itu menambahkan, bahwa beberapa fakta yang terjadi di lapangan, jika ada santri yang memiliki masalah, alternatif solusinya langsung diarahkan ke ustadz, bahkan jika memang parah, maka langsung diarahkan ke kiai. Model penanganan masalah masih bersifat tradisional dengan menekankan pada nasihat yang instruktif dan berdasarkan doktrin agama.

“Kontrol sosial yang digunakan pun masih dengan cara menegakkan aturan yang disepakati, dengan metode hukuman, bahasa popular di pesantren adalah Ta’zir. Namun hal tersebut belum mencukupi untuk membuat kondisi santri yang memiliki masalah lebih baik,” imbuhnya.

Menurut Kiai Ubed, sapaan akrabnya, kondisi terkait kehidupan para santri dan permasalahan yang dihadapinya penting untuk ditemukan jalan keluarnya. Dikhawatirkan jika setiap permasalahan yang dihadapi oleh santri tidak pernah diselesaikan secara tuntas, maka hal tersebut akan mendorong santri untuk mencari pelampiasan atau penyaluran beban yang dihadapinya.

“Di sinilah urgensi diperlukannya konselor santri sebagai kader yang menyiapkan layanan konseling
bagi santri di pesantren dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh para santri serta membantu memetakan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh santri,” tandasnya.

Sementara Sekretaris RMINU PCNU Sumenep, Kiai Zamzami Sabiq berharap, pelatihan ini bisa memberikan keterampilan konseling kepada pengurus pesantren atau santri aktif di masing-masing pondok pesantren, agar memiliki kemampuan sebagai konselor santri dan menjadi kader konselor di pesantrennya.

“Semoga juga bisa meningkatkan pengetahuan santri terhadap problem dan potensi santri secara komprehensif. Serta dapat meningkatkan kepekaan dan kesadaran konselor santri akan kondisi santri di pesantren,” pungkasnya.

Acara yang dilangsungkan selama dua hari sejak Ahad-Senin, (24-25/10/2021) tersebut secara simbolik dibuka oleh Ketua Panitia Hari Santri 2021 PCNU Sumenep, Kiai Muhammad Cholili. Diikuti oleh 70 santri perwakilan dari masing-masing pondok pesantren se-Kabupaten Sumenep.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga