Image Slider

Sambut 1 Abad, Ranting NU Banuaju Timur Berdayakan Masyarakat Melalui Pertanian dan Peternakan

Batang-Batang, NU Online Sumenep

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Banuaju Timur gelar pelatihan di bidang peternakan dan pertanian. Kegiatan ini merupakan agenda PRNU Banuaju Timur dalam menyambut 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) serta pemulihan ekonomi masyarakat terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi serta respon mahalnya harga pupuk di pasaran.

Acara pelatihan bertajuk Penyiapan Vitamin dan Pakan Ternak serta Pembuatan Pupuk Organik untuk Menunjang Ekonomi Masyarakat itu dipusatkan di Kantor ranting setempat, Ahad (18/09/2022).

Ketua PRNU Banuaju Timur, M Masdur menyatakan, NU harus menjadi garda terdepan dalam merespon fenomena di masyarakat. Terdampak Wabah PMK dan mahalnya harga pupuk harus di sikapi dengan bijak. Sehingga, masyarakat yang resah dengan fenomena ini mampu teredukasi dengan baik.

“Ranting harus menjadi wadah dalam membantu segala kebutuhan masyarakat. Karena secara geografis tanah disini sangat baik dalam pertanian dan juga menunjang di bidang peternakan. Terlebih, masyarakat baru saja terdampak wabah PMK meskipun dalam skala kecil,” ujarnya.

Menurutnya, cara pertanian dan peternakan yang dimiliki masyarakat lokal harus mampu di kolaborikasi dengan pengetahuan modern. Ia berharap acara ini dapat mendorong ekonomi masyarakat.

“Selain kita (PRNU Banuaju Timur) memiliki Koperasi, kedepan kita akan mencoba mengembangkan kreativitas masyarakat dibidang pertanian dan peternakan,”ucapnya.

Mawardi, Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batang-Batang mengatakan, PRNU Banuaju Timur secara struktur, sarana dan prasarana sudah sangat baik, bahkan sudah memiliki Kantor Ranting. Kedepan ia berharap, agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“NU Ranting Banuaju Timur merupakan salah satu ranting terbaik di Batang-Batang, bahkan nominasi salah satu yang terbaik di Sumenep. Dari segi sarana dan prasarana sudah sangat memadai. Harapannya, tidak hanya bagus secara kuantitas kedepan perlu berbenah maju secara kualitas,” katanya.

Alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo, Situbondo itu mengatakan, secara geografis Batang-Batang merupakan salah satu tanah yang sangat subur. Ia menyimpulkan bahwa hal itu yang melatarbelakangi mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani. Menurut Mawardi, warisan alam yang dimiliki perlu di jaga dengan cara menjaga alam dan menjadi petani yang berkualitas.

“Nenek moyang kita sudah bertani sejak dulu. Secara geografis memang sangat subur. Pertanian, rumput dan ternak menjadi simbiosis yang bermanfaat dan dinikmati oleh masyarakat sejak dulu. Bahkan kotoran sapi dimanfaatkan kembali menjadi pupuk tani. Dari itu potensi yang kita miliki harus terkelola dengan baik, “pungkasnya.

Bertindak sebagai pemateri dalam acara ini, Sutomo, Penyuluhan Peternakan setempat dan Gunawan, Praktisi Pertanian yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Lembaga Penyuluhan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) MWCNU Batang-Batang.

Sekedar info, sebagai keseriusan PRNU Banuaju Timur dalam program kerja di bidang pertanian dan peternakan itu, dalam waktu dekat akan dilaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan membagi keduanya di masing-masing fokus bidang.

Edtor : Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga