Rubaru, NU Online Sumenep
Dalam kalender hijriyah, bulan Rajab adalah bulan ketujuh yang diagungkan Allah SWT bersama tiga bulan haram lainnya, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, seluruh umat Islam beramal saleh di bulan Rajab, seperti halnya dilakukan oleh pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdhatul Ulama (LTM NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, yang menggelar bersih-bersih 1000 masjid dan mushalla.
Program Bersih-Bersih Masjid (BBM) dilakukan di Kecamatan Rubaru, Kamis (18/2/2021). Masjid yang pertama kali disapa adalah masjid Al-Ikhlas, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru.
Kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya LTM NU melaksanakan kegiatan serupa, sekaligus launching program kerja gerakan BBM yang dilaksanakan di masjid Besar An-Nur, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.
Seperti biasa, acara tersebut melibatkan beberapa Badan Otonom (Banom) NU, yakni Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mandala, Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Rubaru, Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) Sumenep.
Dalam sambutannya, K Ach Subairi Karim menyampaikan pentingnya menghidupkan masjid, utamanya dalam menghidupkan amaliah-amaliah Ahlussunnah Waljamaah an-Nahdliyah. Dengan kegiatan ini, warga masyarakat Desa Mandala, khususnya warga sekitar masjid diharapkan menjadi sadar akan arti pentingnya mencintai dan menghidupkan masjid.
Wakil Ketua PCNU Sumenep tersebut juga menyinggung perihal pentingnya menjadi warga NU yang moderat. Menurutnya, menjadi ummatan wasathaniyah sebagaimana tersimbolisasi pada tali lambang NU. Tidak terlalu kuat, juga tidak kendor, tapi pertengahan antara kuat dan kendor.
“Menjadi warga NU harus moderat. Tidak boleh menjadi konservatif. Juga tidak boleh liberal,” ungkapnya saat mengawali pengarahan.
Sebenarnya tujuan utamanya bukan hanya sebatas bersih-bersih masjid semata. Tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana membuat kegiatan-kegiatan yang bersifat diniyah dan ijtimaiyah di masjid Al-Ikhlas ini, sehingga kondisi masjid terasa hidup.
“Warga masyarakat diharapkan bisa cinta pada masjid, yaitu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan oleh masjid,” sergahnya.
Lebih lanjut, alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut juga menyampaikan bahwa, bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Karenanya, LTM NU Sumenep memiliki target kegiatan bertajuk ‘Buka Puasa Bersama Masyarakat dan Santunan Anak Yatim di 100 masjid se-Kabupaten Sumenep.
“Sebelum buka bersama dan pemberian santunan anak yatim, sembari menunggu waktu berbuka puasa, LTM NU akan bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) untuk mengisi kajian keagamaan menjelang waktu berbuka puasa. Harapannya, masyarakat akan mendapatkan banyak pencerahan ruhani,” imbuhnya mantan Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan.
Acara berlanjut dengan aksi BBM sekaligus pemberian cinderamata yang berwujud jam dinding dan beberapa peralatan kebersihan oleh K Wakit Norussalam kepada takmir masjid Al-Ikhlas, yakni KH Abdullah, yang juga selaku tokoh masyarakat di Desa Mandala.
Dalam aksinya, sinergitas lembaga dan Banom NU tampak kompak dan saling bahu-membahu membersihkan karpet masjid dengan vakum cleaner, mengepel lantai, menyapu halaman masjid dan area sekitar masjid.
Di kesempatan yang sama, K Wakit Norussalam selaku Ketua LTM NU Sumenep berharap agar ke depan kegiatan BBM ini terus berlanjut hingga mencapai target 1000 masjid dan mushalla di Kabupaten Sumenep. Terlebih sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.
“Kita akan massifkan kegiatan-kegiatan keagamaan berbasis masjid. Tujuannya agar masjid menjadi hidup. Dari masjid, kita makmurkan bumi-Nya,” pungkasnya.
Pewarta: Aminullah
Editor: Firdausi

