Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Shofi Nur Agustin, merupakan kader Korps PMII Putri (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Lancaran. Baru-baru ini, ia mendapatkan Juara 1 Lomba Baca Puisi se-Madura yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP PGRI Sumenep, dalam rangka Bulan Bahasa Nasional 2020.
Dengan identitas kesantrian yang melekat pada dirinya, tidak menghambatnya untuk tetap menuai prestasi. Santri Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri, Guluk-Guluk ini juga pernah menyabet Juara Umum dan Juara 1 Lomba Baca Puisi se-Madura di Yayasan Nurul Jadid, Gilang, Bluto, Sumenep, Februari lalu.
Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, Perempuan kelahiran Sumenep, 20 Agustus 1999 ini aktif dalam beberapa organisasi kesenian. Diantaranya adalah Teater Al-Fatihah UKM INSTIKA, Kadipaten Seni Kembhang Pangesto Madura, Komunitas Alif Senansa IKSTIDA Annuqayah, Sanggar Al-Zalzalah PP. Annuqayah Lubangsa Putri, dan Sanggar Sareang MA 1 Annuqayah.
Ia pun menceritakan proses dan awal mula perjalanannya dalam berkesenian. Ia mengaku awal menyukai kesenian, utamanya puisi, sejak kelas 3 MTs. Pada mulanya ia mengalami banyak kegagalan. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, usahanya banyak menuai keberhasilan.
“Sempat gagal dan jatuh berkali-kali. Namun saya percaya dengan kekuatan doa dan usaha. Karena sebagaimana adagium lama, bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Setiap usaha atau perbuatan boleh sama, namun nilai tentu berbeda,” ujarnya kepada pcnusumenep.or.id, Jum’at (13/11/2020) kemarin.
Perempuan asal desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Sumenep tersebut tercatat telah memenangi beberapa event perlombaan, baik tingkat regional dan nasional. Beberapa prestasinya ialah juara 2 Lomba Baca Puisi tingkat Nasional di Al-Amien, Prenduan, Sumenep (2016), juara 2 Lomba Baca Puisi tingkat Nasional, di Festival Cinta Buku INSTIK Annuqayah, Sumenep (2016), dan juara 1 Lomba Baca Puisi Se-Kabupaten Sumenep di FKSB Sumenep (2017).
Selain itu, ia berhasil menyabet juara 1 Lomba Baca Puisi Se-Kabupaten Sumenep dan Pamekasan, di Gadu Timur, Ganding, Sumenep (2019), juara 2 Lomba Baca Puisi Se-Kabupaten Sumenep, di Yayasan Nurul Jadid, Gilang, Bluto, Sumenep (2019), dan juara Umum Lomba Baca Puisi Se-Madura, yang memperebutkan Piala Wabup, di STKIP PGRI, Sumenep (2019).
Bahkan, pada tahun 2018 dan 2019, secara berturut-turut ia berhasil menyabet juara 1 Lomba Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ), di LQOF Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sedang pada tahun 2017, ia juara dua di ajang lomba yang sama.
Mahasiswa Fakultas Syariah Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES), Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk ini berpandangan, bahwa menjadi seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk fokus terhadap dunia akademik saja. Tetapi juga dapat mengeksplor potensi yang dimiliki merupakan suatu hal yang harus dilakukan.
“Setidaknya, melalui potensi tersebut bisa membawa dan mengharumkan nama baik almamater kampus, khususnya INSTIKA, serta mampu bersaing dengan kampus di luar,” ungkapnya.
Ketua Kopri PMII Komisariat Lancaran INSTIKA ini berharap kepada seluruh kader untuk terus menggali potensi dan gairah pemudanya masing-masing, agar bisa berprestasi yang lebih baik dari dirinya. Sebab, sebagai agent of change, pemuda dituntut untuk bisa membawa angin perubahan atas dirinya dan lingkungan sekitar.
“Saya berharap, nanti juga akan lahir mahasiswa dan mahasiswi terbaik yang mampu mempertahankan basis kampus INSTIKA, sebagai kampus yang berprestasi dalam berbagai hal,” harapnya.
Shofi Nur Agustin, membuktikan di mana pun seseorang berada dan tumbuh, proseslah yang menentukan siapa dan seperti apa seseorang tersebut di hadapan orang lain. Bahkan setiap tempat yang dipijak adalah peluang untuk mencari dan mengolah potensi diri.
Kontributor: Nida Emilia Dusturia
Editor: A. Habiburrahman

