Gapura, NU Online Sumenep
Setiap lembaga pendidikan pasti memiliki cara tersendiri dalam mendidik siswanya. Tentu selain kualifikasi materi pembelajaran yang ditetapkan oleh pemerintah yang menaungi. Hal tersebut merupakan salah satu langkah dalam mewujudkan visi dan misi lembaga pendidikan yang dikelola.
Madrasah Aliyah (MA) Nasy’atul Muta’allimin Gapura, Sumenep salah satunya. Guna menanamkan fondasi keilmuan yang kuat bagi para peserta didiknya, lembaga ini menerapkan ujian munaqasah dan komprehensif bagi para siswa kelas akhir. Senin – Kamis (6-10/3/2022).
Selain memiliki fondasi keilmuan yang kuat, ujian munaqosah dan komprehensif tersebut juga dimaksudkan agar peserta didik lebih peka dengan persoalan sosial kemasyarakatan. Kemudian dilatih mencari solusinya dan mempertanggungjawabkan.
Kepala MA Nasy’atul Muta’allimin, Suyuthi mengatakan, bahwa ujian munaqosah dan komprehensif sangat penting untuk memantik kepekaan sosial peserta didiknya. Sehingga ilmu yang didapatkan selama di bangku sekolah, dapat diterapkan di kehidupan sosial.
“Ya tentu ini kita harapkan mampu menumbuhkan kepakaan sosial bagi para peserta didik. Karena bagaimanapun, ilmu yang didapatkan di bangku sekolah, harus diamalkan dalam kehidupan sosial. Sehingga mampu memberikan manfaat,” ujarnya kepada NU Online Sumenep, Kamis (10/3/2022).
Katib MWCNU Gapura itu menambahkan, bagi siswa kelas akhir jurusan agama, diberi tugas meresume kitab Fathul Qarib dengan ditentukan terlebih dahulu kelompoknya dan bab yang harus diulas. Sementara jurusan Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) diadakan penelitian lapangan dengan didampingi guru pembimbing.
Instrumen penelitian yang diberikan kepada para siswa nyaris sama dengan tugas akhir mahasiswa di perguruan tinggi yang hendak diwisuda. Yang membedakan hanya segmentasi dan kerangka penelitiannya.
Ketua Panitia Ujian Munaqosah dan Komprehensif, Matroni Muserang menambahkan, bahwa ujian tersebut juga dalam rangka pertanggungjawaban ilmu yang dipelajari peserta didik selama tiga tahun.
“Sehingga nantinya tidak canggung lagi ketika dihadapkan dengan tugas perkuliahan di perguruan tinggi,” ungkapnya.
Tim penguji dari kalangan guru juga disiapkan oleh panitia. Empat penguji untuk jurusan agama, putra dan putri. Empat penguji untuk jurusan IPS, putra dan putri.
“Keseluruhan ada delapan penguji yang kita siapkan. Mereka ini yang menilai dan mengevaluasi hasil penelitian peserta didik,” imbuhnya.
Wakil Bendahara MWCNU Gapura itu menambahkan, selama ujian berlangsung, peserta didik mampu mempresentasikan resume kitabnya dan mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya.
“Alhamdulillah, semua siswa fasih dalam presentasi dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian dan resumenya,” pungkasnya.
Editor: A. Habiburrahman

