Kota, NU Online Sumenep
Kiai A Quraisy, Ketua NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep menjelaskan bahwa, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di tahun ini, tidak terpusat di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) saja.
“Penyekmbelihan juga dilakukan oleh Unit Pengelola Zakat, Infaq dan Shadaqah (UPZIS) di masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), bahkan serupa dilakukan oleh Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) berbasis masjid ikut serta melaporkan kegiatan yang sama,” terangnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Selasa (12/07/2022).
Dikatakan pula, pihaknya belum bisa memastikan berapa ekor secara keseluruhan yang disembelih oleh masing-masing UPZIS se-Sumenep. Sementara ini, data yang masuk ada 8 sapi dan 6 kambing. Secara keseluruhan patokan harganya perekor 14 juta sampai 18 juta.
“Di lingkungan PCNU, kami mendistribusikan 200 paket daging kurban dengan berat 1 ¼ kg bagi masyarakat prasejahtera,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Al-Mutammimah Gapura Timur itu.
Sedangkan mekanisme pendistribusian dilakukan secara door to door untuk masyarakat yang jarak tempuhnya jauh. Tetapi untuk lingkungan PCNU, pihaknya membuat kupon dan dijemput ke sini, sehingga masyarakat merasa lebih dekat dan meliliki terhadap rumah PCNU.
“Sasaran kita masyakarat prasejahtera dan ibu rumah tangga. Dalam situasi merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan berkuku belah, berdampak pada mindset masyarakat awan bahkan adanya opini yang berlebihan tentang penyakit hewan tersebut,” ujar pria kelahiran Gapura itu.
Dirinya menegaskan, pihaknya melibatkan Dinas Peternakan dan Dokter Hewan, sehingga daging kurban tersebut benar-benar sehat, layak dikonsumsi dan masyarakat sangat antusias hadir ke kantor PCNU secara bergelombang.
“Berdasarkan data, seluruh pengurus NU yang melakukan penyembelihan di daerahnya masing-masing, hewannya tidak terjangkit PMK,” pungkasnya.

